IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Cara unik menanamkan kecintaan budaya sejak dini ditunjukkan SDN Randusari, Kota Pasuruan. Melalui tradisi Grebeg Syawal, ratusan siswa antusias mengikuti kirab gunungan ketupat yang tak biasa—berisi uang hingga perlengkapan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampil mengenakan busana tradisional sambil mengikuti kirab gunungan ketupat mengelilingi lingkungan sekolah. Suasana meriah langsung terasa sejak awal, saat ratusan siswa berbaris membawa gunungan dengan penuh semangat.
Yang membuat tradisi ini semakin menarik, isi gunungan ketupat tidak seperti biasanya. Jika umumnya berisi nasi atau lontong, kali ini ketupat diisi dengan berbagai kejutan seperti uang, permen, hingga alat tulis sekolah.
Kirab dimulai dari halaman sekolah, kemudian peserta berjalan mengelilingi area sekitar sebelum kembali ke titik awal. Setibanya di sekolah, gunungan ketupat didoakan bersama sebagai bentuk rasa syukur.
Momen yang paling ditunggu pun tiba. Setelah doa selesai, para siswa langsung berebut isi ketupat. Suasana pun berubah menjadi riuh penuh tawa dan keceriaan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak.
Kepala SDN Randusari, Yuli Winanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi kepada generasi muda.
“Kirab ini sebagai upaya melestarikan budaya dan mengenalkan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa gunungan ketupat dibuat dari cangkang ketupat yang dikumpulkan oleh wali murid. Selanjutnya, pihak sekolah bersama guru mengisinya dengan berbagai perlengkapan yang bermanfaat bagi siswa.
Tak kurang dari 343 peserta terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari siswa, guru, hingga wali murid. Yuli pun mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah berkontribusi mensukseskan acara tersebut.
Dengan konsep yang edukatif sekaligus menghibur, Grebeg Syawal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta budaya sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah. (*)



