IDEAJATIM.ID, PASURUAN – BMT-UGT Nusantara resmi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 sebagai momentum strategis untuk evaluasi sekaligus penguatan kinerja lembaga. Mengusung tema “Digital, Produktif dan Militan: Koperasi Syariah yang Melayani dan Memberdayakan”, kegiatan ini berlangsung pada Senin (30/3/2026) di Gedung Kesenian Darmoyudo, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan.
RAT ke-25 ini tak sekadar menjadi forum pertanggungjawaban pengurus kepada anggota, tetapi juga menjadi panggung perumusan inovasi layanan keuangan syariah yang adaptif di tengah percepatan era digital. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan daya saing koperasi di tingkat nasional.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam agenda tersebut, mulai dari perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, pimpinan daerah, hingga jajaran perbankan syariah seperti Bank Syariah Indonesia. Kehadiran para stakeholder ini mempertegas posisi BMT-UGT Nusantara sebagai salah satu kekuatan utama dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.
Rusdi Sutejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kontribusi BMT-UGT Nusantara. Ia menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi.
“Semoga BMT-UGT Nusantara semakin berkembang dan membawa kesejahteraan. Pengurus harus amanah dan pegawai harus konsisten karena tantangannya tidak ringan,” ujarnya.
Lebih jauh, Rusdi menyoroti program Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi (PAS) yang dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat. Ia membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi untuk mengatasi persoalan sanitasi di Kabupaten Pasuruan.
“Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban dan akses air bersih. Ini bisa kita kolaborasikan. Anggota BMT yang membutuhkan bisa mendapatkan dukungan melalui skema subsidi pemerintah,” tambahnya.
Tak hanya itu, sinergi juga diarahkan pada sektor pangan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah merancang pembangunan Rice Milling Unit (RMU) guna menyerap hasil panen petani, termasuk anggota koperasi.
“Kami siap membeli gabah sesuai standar Bulog, bahkan dengan harga lebih tinggi jika kualitasnya premium. Ini bentuk nyata kolaborasi untuk kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Rusdi juga mengumumkan rencana peningkatan infrastruktur akses menuju kawasan Pondok Pesantren Sidogiri. Proyek tersebut meliputi pelebaran dan pembetonan jalan, serta pembangunan jalur khusus kendaraan berat guna meningkatkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, RAT 2025 BMT-UGT Nusantara menjadi penanda kuat komitmen koperasi syariah dalam memperkuat layanan, memperluas dampak sosial, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis anggota di era digital. (*)



