IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Upaya serius mengakhiri banjir tahunan di Kota Pasuruan mulai menunjukkan progres. Pemerintah Kota Pasuruan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersiap mengeksekusi proyek peninggian Jembatan Buk Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul sebagai solusi permanen.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar penanganan sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menuntaskan persoalan banjir yang selama ini meresahkan warga.
“Penanganan banjir harus menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya solusi jangka pendek, tapi perlu langkah permanen agar masalah ini benar-benar selesai,” ujar Mas Adi saat meninjau lokasi belum lama ini
Selama ini, Jembatan Buk Wedi yang berada di jalur nasional tersebut menjadi salah satu titik krusial penyebab banjir. Konstruksi jembatan yang terlalu rendah membuat aliran sungai menyempit. Kondisi ini diperparah dengan sedimentasi dan tumpukan sampah yang terbawa arus, sehingga air mudah meluap ke jalan dan permukiman saat hujan deras.
Proyek peninggian jembatan direncanakan mulai digarap awal April 2026, usai libur Hari Raya Idul Fitri. Saat ini, tahapan yang berjalan masih berupa sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
Kepala Seksi Operasi UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Hizbul Maulana, menyebut sosialisasi sudah dilakukan untuk memastikan warga memahami rencana proyek tersebut.
“Rencana peninggian jembatan akan dilaksanakan setelah Idul Fitri. Saat ini masih tahap sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan, Alyasa Akbar. Ia memastikan koordinasi lintas instansi telah berjalan, termasuk penyampaian informasi kepada warga sekitar.
“Sudah dilakukan sosialisasi. Rencananya setelah Lebaran, namun saat ini masih proses awal,” tegasnya.
Melalui proyek ini, Pemkot Pasuruan berharap risiko banjir, khususnya di jalur nasional dan kawasan permukiman, dapat ditekan secara signifikan. Dengan begitu, aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar meski curah hujan tinggi. (*)




