IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan mulai ditangani serius. Salah satu fokus utama adalah pemulihan infrastruktur jalan yang rusak parah hingga memutus akses warga.
Pada Jumat (27/3/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung bergerak memperbaiki jalan ambrol di Desa Beji, Kecamatan Beji. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju jalur utama Pantura yang sempat terputus total akibat tergerus arus banjir.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara darurat menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Menurutnya, percepatan perbaikan menjadi prioritas karena menyangkut aktivitas harian masyarakat.
“Ini prioritas karena menyangkut mobilitas warga. Penanganannya harus cepat karena akses warga sempat terputus total,” ujarnya.
Di lapangan, sedikitnya terdapat empat titik kerusakan signifikan yang kini tengah dikebut perbaikannya. Di antaranya ruas Jalan Tompo Truno yang ambrol sepanjang 20 meter dengan lebar 3,5 meter, serta jalur Dusun Beji–Ketiron yang rusak sepanjang 18 meter dengan lebar 2,8 meter.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada jalan lingkungan di kawasan RT 03 dan RT 04, serta saluran air (U-Ditch) sepanjang kurang lebih 11 meter yang ikut terdampak derasnya arus banjir.
Pelaksana proyek, Deni, menyebut pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu singkat agar aktivitas warga segera pulih.
“Targetnya lima hari selesai. Kami upayakan secepat mungkin agar akses warga kembali normal,” katanya.
Meski demikian, warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara. M. Hidayat (48), warga setempat, mengungkapkan kerusakan jalan di wilayahnya sudah terjadi berulang kali setiap banjir datang.
“Sudah tiga kali rusak seperti ini. Harapan kami ke depan bisa diperbaiki permanen, misalnya dibeton atau diaspal,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 agar perbaikan dilakukan lebih kuat dan tahan terhadap bencana.
Dengan percepatan penanganan ini, diharapkan konektivitas warga kembali pulih dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terganggu akibat dampak banjir. (*)



