IDEAJATIM.ID, MALANG – Universitas Gajayana Malang sukses menggandeng 16 SMK Nahdlatul Ulama (SMKNU) di Kabupaten Malang dalam kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata UNIGA Malang dalam memperluas jejaring pendidikan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sekolah kejuruan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Rektor UNIGA Malang, Prof. Dr. Ernani Hadiyati, S.E., M.S., menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.
Ia menilai, adanya kesepakatan ini diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa.
“Kami ingin menjadi mitra bertumbuh bagi SMKNU. Melalui kerja sama ini, kami membangun jembatan agar siswa memiliki peluang luas dalam mengembangkan potensi, baik melalui pendidikan lanjut maupun inovasi,” ujar Prof. Ernani, Kamis, (26/3/2026).
Prof. Ernani menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Implementasinya diwujudkan dalam penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja, peningkatan kompetensi guru, serta pembukaan akses studi lanjut bagi siswa SMKNU.
“Kami juga mendorong kolaborasi riset terapan yang melibatkan dosen dan mahasiswa guna menjawab berbagai tantangan di sekolah kejuruan. Program pemberdayaan bersama pun akan digencarkan untuk memberikan dampak langsung bagi warga sekolah,” imbuh Prof. Ernani.
Prof. Ernani juga berharap, melalui langkah ini, UNIGA Malang terus berupaya semakin “membumi” dan dekat dengan lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Malang. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu membangun pendidikan yang berkualitas, khususnya di Malang Raya.
“Dengan sinergi ini, lulusan SMKNU diharapkan tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjadi generasi unggul yang adaptif dan inovatif,” pungkas Prof. Ernani. (*)



