IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel. Melalui Workshop Input Data Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 yang digelar selama tiga hari (25–27/2) di Graha Rektorat, UM memfokuskan diri pada validasi data yang presisi dan optimalisasi tracer study.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa IKU bukan sekadar rutinitas administratif. Baginya, IKU adalah instrumen vital untuk menjamin mutu pendidikan tinggi.
“Evaluasi capaian, baik di tingkat universitas maupun fakultas, harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Kita perlu memastikan setiap data terdokumentasi dengan benar agar tatanan ke depan menjadi lebih baik,” ujar Prof. Hariyono. Ia juga menambahkan bahwa keabsahan data harus dibuktikan dengan konfirmasi langsung di lapangan, bukan sekadar dokumen formal.
Salah satu sorotan utama dalam workshop ini adalah penyelesaian IKU 1 yang berkaitan dengan tracer study atau pelacakan alumni. UM menyadari bahwa kesuksesan lulusan di dunia kerja merupakan cermin kualitas pendidikan yang diberikan. Oleh karena itu, pimpinan fakultas dan program studi diminta untuk lebih proaktif menjalin komunikasi dengan para alumni.
Kepala Subdirektorat Pemeringkatan UM, Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom., memaparkan bahwa saat ini skor IKU UM berada di angka 51,47, menempatkan UM di posisi menengah di antara 21 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
“Target utama saat ini adalah memastikan data IKU 1 segera terunggah dengan sempurna. Kami melakukan sinkronisasi ketat antara dashboard kementerian dan PDDIKTI untuk menjamin tidak ada data yang terlewat atau tidak sinkron,” jelas Utomo. Meski masih berjuang di IKU 1, UM mencatatkan rapor hijau pada indikator IKU 3 dan IKU 4, yang menunjukkan tren positif pada aspek lain dalam kinerja universitas.
Langkah serius UM dalam memvalidasi kinerja ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 16 terkait Institusi yang Tangguh dan Akuntabel.
Dengan sinkronisasi data yang lebih rapi dan keterlibatan aktif seluruh unit kerja, UM optimistis dapat terus naik kelas dalam jajaran kampus elit PTN-BH di Indonesia. (*)




