IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuka pintu bagi talenta muda terbaik bangsa. Melalui sosialisasi daring yang digelar Senin (2/2), UM memaparkan mekanisme seleksi mahasiswa baru tahun 2026 yang dirancang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menekankan bahwa seluruh proses penerimaan bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang. “Kami memastikan proses ini berjalan objektif agar setiap calon mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berkembang di kampus ini,” tegasnya saat membuka acara.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), UM membuka jalur seleksi nasional yakni SNBP (berbasis prestasi) dan SNBT (berbasis tes). Namun, bagi mereka yang ingin mencoba peluang lain, UM menyediakan Seleksi Mandiri yang sangat variatif.
Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., Kepala Subdirektorat Seleksi UM, merinci lima jalur khusus dalam Seleksi Mandiri :
Jalur Prestasi: Untuk siswa dengan capaian unggul di bidang akademik maupun nonakademik.
Jalur Leadership: Terbuka bagi mereka yang memiliki pengalaman organisasi.
Jalur Skor UTBK: Menggunakan hasil nilai ujian nasional.
Jalur TMBK: Tes Mandiri Berbasis Komputer yang diselenggarakan internal UM.
Jalur Kemitraan: Kerja sama dengan instansi atau lembaga tertentu.
Kabar baik bagi para pejuang kampus, Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, menegaskan bahwa UM tidak lagi mempertimbangkan nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) dalam proses seleksi tahun ini.
Selain itu, ia juga meluruskan rumor yang sering menghantui calon mahasiswa. “Kami tegaskan, UM tidak menerapkan sistem passing grade maupun blacklist sekolah. Semua murni berdasarkan objektivitas penilaian dan regulasi yang berlaku,” ungkap Prof. Ibrahim.
Tidak hanya unggul dalam urusan buku dan teori, UM juga berkomitmen penuh mendukung prestasi nonakademik. Mulai dari inovasi di bidang teknik hingga prestasi gemilang di bidang olahraga, UM menyediakan ekosistem yang mendukung pengembangan bakat mahasiswa. “Mari bergabung dan kembangkan potensi terbaik kalian bersama Universitas Negeri Malang,” tutup Prof. Ibrahim mengakhiri sesi sosialisasi. (*)




