IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) bergerak cepat meluruskan kesimpangsiuran informasi menjelang pembukaan pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Melalui webinar bertajuk SETRUM UM (Strategi SNBP UM), kampus pendidikan tertua di Jawa Timur ini mengupas tuntas berbagai mitos yang kerap menghantui calon mahasiswa baru.
Acara yang digelar via Zoom pada Selasa (3/2) ini menyedot perhatian 210 siswa dari berbagai penjuru tanah air. Fokus utamanya satu: menjawab kebingungan akibat informasi keliru yang beredar liar di media sosial.
Mitos Passing Grade dan Strategi Rasional
Narasumber utama, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., CFP, selaku Kepala Subdirektorat Seleksi UM, secara tegas mematahkan anggapan soal nilai ambang batas. “Passing grade itu mitos. Sistem seleksi SNBP berbasis peringkat dan skor kolektif, bukan angka patokan statis,” tegas Dr. Rizky di hadapan peserta.
Ia memaparkan bahwa pada tahun 2026
ini, UM menyediakan daya tampung yang cukup besar, yakni sebanyak 13.691 kursi. Namun, ia mengingatkan agar siswa tidak hanya mengandalkan nilai rapor semata. Penilaian SNBP di UM terbagi menjadi dua poros utama:
50 persen nilai rata-rata rapor keseluruhan.
50 persen komponen penggali minat dan bakat (nilai mata pelajaran pendukung, sertifikat prestasi, dan portofolio untuk prodi seni/olahraga).
”Turunkan Ego,” Kunci Lolos Seleksi
Dr. Rizky juga menekankan bahwa strategi pemilihan program studi (prodi) jauh lebih krusial daripada sekadar ambisi. Calon mahasiswa diminta untuk membedah data daya tampung dan membandingkannya dengan tingkat keketatan tahun sebelumnya.
“Kalau ingin lolos SNBP, ego harus diturunkan. Strategi pemilihan prodi adalah kunci utama,” tambahnya.
Tak hanya soal nilai, Dr. Rizky juga mengklarifikasi isu “diskriminasi” sekolah. Ia menegaskan bahwa di UM, status eligible peringkat pertama di sekolah belum menjamin kelulusan otomatis. Sebaliknya, tidak ada istilah blacklist sekolah maupun sistem zonasi dalam jalur prestasi ini.
“Semuanya head to head. Siswa dari sekolah mana pun punya peluang yang sama selama prestasinya kompetitif,” jelasnya lugas.
Bekal Menuju Gerbang Kampus
Ketua Pelaksana Kegiatan, Talitha Sani Aurellia, berharap webinar ini menjadi kompas bagi para pejuang SNBP agar tidak tersesat dalam informasi yang salah. Menutup sesi, tim seleksi UM mengingatkan bahwa memahami sistem adalah separuh dari kemenangan. Strategi yang rasional dan pemahaman aturan resmi menjadi bekal paling berharga bagi siapa pun yang ingin menyandang status mahasiswa UM tahun ini. (*)




