Transformasi HMD Sejarah UM: Menggagas Program Kerja Visioner untuk Menjawab Tantangan Zaman

IDEA JATIM, ​MALANG – Mengawali langkah di periode kepengurusan yang baru, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan keseriusan dalam membawa perubahan. Melalui agenda penyampaian program kerja (proker) yang berlangsung khidmat pada Jumat (06/03), organisasi ini resmi memaparkan peta jalan strategis yang akan menjadi kompas pergerakan mereka selama satu tahun ke depan.
​Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Penguji A8 102 tersebut bukan sekadar seremoni formalitas. Agenda ini merupakan ajang adu gagasan bagi setiap bidang di bawah naungan HMD Sejarah untuk menunjukkan bagaimana disiplin ilmu sejarah dapat tetap relevan dan progresif di era digital.

Ketua HMD Sejarah UM dalam sambutannya menekankan bahwa periode ini mengusung semangat “Gebrakan Visioner”. Artinya, setiap program yang dirancang tidak hanya terpaku pada rutinitas tahunan, tetapi harus memiliki nilai tambah dan dampak yang terukur bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
​”Kami tidak ingin sekadar menjalankan tongkat estafet. Kami ingin memberikan warna baru melalui inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya di hadapan para pengurus dan pimpinan fakultas.

​Salah satu fokus utama yang dipaparkan adalah integrasi teknologi dalam kajian sejarah. Rencana digitalisasi arsip dan pemanfaatan media sosial sebagai wadah edukasi sejarah populer menjadi salah satu proker unggulan. Selain itu, penguatan literasi melalui forum diskusi kritis dan bedah buku tetap menjadi pilar utama untuk menjaga identitas akademik mahasiswa sejarah UM yang kritis dan analitis.

Pemaparan ini juga menjadi momentum diskusi dua arah antara mahasiswa dan pihak departemen. Jajaran pimpinan fakultas dan dosen yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap rancangan program yang dinilai lebih segar dan berorientasi ke masa depan. Masukan-masukan konstruktif diberikan agar setiap agenda yang direncanakan dapat bersinergi dengan visi universitas dalam mewujudkan Excellence in Learning Innovation.

​Selain aspek akademik, HMD Sejarah juga merancang program pengembangan soft skill seperti pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi yang inklusif. Hal ini bertujuan untuk mencetak lulusan sejarah yang tidak hanya ahli dalam riset, tetapi juga cakap dalam manajerial dan kolaborasi.

Dengan tuntasnya pemaparan program kerja ini, HMD Sejarah UM kini memiliki landasan yang kokoh untuk mulai bergerak. Semangat kolaborasi antarbidang diharapkan menjadi kunci sukses dalam mengeksekusi setiap rencana yang telah disusun.

​Gebrakan awal ini menjadi sinyal positif bahwa mahasiswa sejarah tidak hanya menoleh ke masa lalu untuk belajar, tetapi juga menatap masa depan dengan aksi nyata. Melalui program-program visioner ini, HMD Sejarah UM optimis dapat menjadi organisasi yang lebih berdampak, modern, dan tetap setia pada nilai-nilai luhur sejarah sebagai jati diri bangsa. (*)

Berita Terkini

Mas Adi Kumpulkan Pilar Sosial, Ungkap Peran Krusial di Balik Penanganan Banjir dan Kesejahteraan Warga

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Sosial...

Banjir Pasuruan Belum Usai! Ribuan Rumah Terendam, Air Capai 1 Meter Lebih di Sejumlah Wilayah

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan belum...

Lebaran di Negeri Jiran, Begini Kisah Mahasiswa UMM Harus Tempuh Kilometer demi Salat Ied

IDEA JATIM, MALANG - Merayakan Hari Raya Idulfitri jauh...
spot_img