Tips Menghindari Prasangka Buruk dan Cara Menumbuhkan Positive Vibes Menurut Ustaz Angga

IDEA JATIM, ​MALANG – Senin subuh itu beda. Dingin Malang belum hilang, tapi di SD Muhammadiyah 1 Malang, suasana sudah hangat. Hangat oleh doa. Juga hangat oleh nasihat.

​Namanya program SIROH. Singkatan dari Subuh Raih Ridho Ilahi. Senin (9/3) kemarin, giliran Ustadz Angga Adi Prasetya yang berdiri di depan. Beliau ini magister pendidikan. M.Pd. Tapi gaya bicaranya membumi.

​Temanya berat tapi penting: Positive Vibes. Energi positif.

​Lawan katanya? Prasangka buruk. Alias suudzon.

​Ustadz Angga langsung “menembak” ke jantung masalah. Banyak orang merasa dizalimi, padahal sebenarnya sedang dinasihati.

​Beliau menyebut fenomena di sekolah. Ada murid yang ditegur guru. Eh, si murid merasa “ditandai”. Istilah Jawanya: ngecing.

​”Padahal itu bentuk sayang,” ujar Ustaz Angga.

​Prasangka itu bahaya. Kalau sudah bersarang di hati, ia bisa berubah jadi tajassus. Kerjaannya cari-cari kesalahan orang. Lalu naik level jadi adu domba. Menambah-nambahi cerita supaya cocok dengan prasangkanya.

​Akhirnya? Si pelaku merasa jadi korban. Playing victim. Padahal dia sendiri yang memulai kezaliman.

​Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Ustaz Angga memberikan dua “resep” dari ulama besar Sufyan Ats-Tsauri.

​Pertama: Kenali diri sendiri.

​Man ‘arafa nafsahu laa yadhurruhu maa qiila fiihi. Barang siapa kenal dirinya, dia tidak akan pusing dengan omongan orang.

​Kalau kita tahu kita salah, ya introspeksi. Kalau kita tahu kita benar, kenapa harus galau dicela? Orang yang mengenal dirinya akan punya “imun” terhadap fitnah.

​Kedua: Jangan sibuk cari aib orang.
​Orang yang kenal dirinya akan sibuk memperbaiki “borok” sendiri. Tidak ada waktu untuk mengurusi dosa orang lain. Kebiasaan bully itu, kata Ustazd Angga, muncul karena kita lupa kalau kita sendiri juga tidak luput dari salah.

​Kajian subuh itu ditutup dengan satu hadis yang sangat populer, tapi susah praktiknya: Berkata baik atau diam.
​Ustadz Angga mengingatkan satu hal yang menohok: Manusia paling bodoh adalah yang tidak sadar akan kebodohannya. Merasa paling benar, padahal sedang berada di jalur yang salah. Itu tipuan terbesar.

​Intinya satu: Jaga lisan, jaga hati.
​Keselamatan kita ada di sana. Hidup akan tenang kalau kita lebih sibuk “bebenah” rumah sendiri daripada melongok ke jendela tetangga.

​Subuh itu berakhir. Malang tetap dingin, tapi hati jamaah SD Muhammadiyah 1 sudah hangat oleh energi positif. (*)

Berita Terkini

Bentengi Keamanan Pangan, Pemerintah Kejar Sertifikasi Higiene 25 Ribu Dapur Gizi Gratis

IDEA JATIM, MALANG – Keamanan piring makan jutaan anak...

Operasi Pasar Murah Pemkot Batu; Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2026

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, membuka...

Entrepreneur Hub Finance 2026; Dorong Perluasan Akses Pembiayaan UMKM

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu berkolaborasi bersama...

Pura Astawinayaka ITN Malang Simbol Estetika Bali dan Toleransi

IDEA JATIM, MALANG – Pura Astawinayaka yang berdiri megah...
spot_img