IDEA JATIM, MALANG – MTsN 2 Kota Malang (Matsanda) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah dengan lancar dan penuh khidmat.
Kegiatan yang digelar secara terpadu, luring dan daring, ini diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan spiritualitas di bulan suci.
Pelaksanaan Pondok Ramadan dibagi dalam beberapa lokasi. Siswa putri mengikuti kegiatan di PP Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Kota Malang.
Selama di pesantren, para santriwati menjalani aktivitas khas kepesantrenan mulai dari pembagian kamar, salat berjamaah lima waktu, Tarawih, tadarus, hingga penyampaian materi keislaman dan buka puasa bersama.
Suasana religius yang kental memberikan pengalaman berharga dalam membentuk adab dan kedisiplinan.
Sementara itu, siswa putra melaksanakan Pondok Ramadan di Masjid Al Ikhlas MTsN 2 Kota Malang serta di PP Al Hayatul Islamiyah pada hari berikutnya.
Ketua pelaksana, Arif Bahtiar, S. Ag., M.Pd. menegaskan bahwa Pondok Ramadan ini merupakan langkah strategis Matsanda dalam menghadirkan pengalaman belajar karakter yang lebih mendalam.
Ia juga menyampaikan, materi tentang keutamaan Ramadan, fadhoilul a’mal, serta pentingnya akhlak mulia disampaikan oleh narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seluruh siswa juga ditugaskan membuat resume materi sebagai bentuk penguatan literasi dan pemahaman.
“Melalui interaksi langsung dengan budaya pesantren, kami berharap siswa mampu mengenal lingkungan, tradisi, serta nilai-nilai kepesantrenan secara nyata,” ujaranya, Senin, (2/3/2026)
Semetara itu, Kepala MTsN 2 Kota Malang,Moh. Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh siswa dan dukungan panitia sehingga kegiatan berjalan tertib dan sukses.
Menurutnya, Pondok Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum strategis membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat.
“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi bertakwa yang siap menjaga martabat diri, keluarga, dan madrasah,” pungkasnya. (*)




