IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) terus memantapkan langkahnya di kancah global dengan memperkuat jaringan internasional. Melalui Departemen Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UM menghadirkan dua pakar ternama dari Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam kuliah tamu bertajuk “The Transformation of Community Learning in the Age of Intelligent Technologies” pada Rabu (4/3/2026). Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen UM dalam mengadopsi teknologi cerdas guna mentransformasi sistem pembelajaran komunitas yang lebih inklusif dan aplikatif.
Dalam forum yang digelar di Aula FIP UM tersebut, dua akademisi UPM membedah strategi mutakhir dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Narasumber pertama, Profesor Madya Dr. Ng Yee Guan, memperkenalkan metode Participatory Action Oriented Training (PAOT). Metode ini dirancang khusus sebagai model pembelajaran berbasis aksi bagi pekerja sektor nonformal dan industri kecil.
”PAOT berbeda dengan inspeksi biasa. Kami tidak hanya menunjukkan apa yang salah, tetapi memberikan solusi sederhana yang berdampak nyata melalui prinsip learning by doing,” ujar Dr. Ng Yee Guan. Ia menekankan bahwa transformasi pembelajaran harus bersifat kontekstual dan berdampak langsung pada produktivitas serta keselamatan kerja.
Senada dengan hal tersebut, Profesor Madya Dr. Nor Wahiza Abdul Wahab menyoroti pentingnya inklusivitas dalam pendidikan melalui hybrid learning. Salah satu inovasi yang ia paparkan adalah program Audio Guided Farming bagi penyandang disabilitas netra serta proyek Agro-OSH yang mengintegrasikan kewirausahaan dengan keselamatan kerja.
”Prinsipnya adalah ‘Nothing about us without us’. Jika ingin membantu komunitas, kita harus mendengarkan suara mereka dan memahami kebutuhan nyata di lapangan,” tegas Dr. Nor Wahiza.
Kolaborasi strategis antara UM dan UPM ini tidak hanya sekadar pertukaran ilmu, namun juga menjadi langkah konkret dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada poin SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Pengurangan Kesenjangan).
Melalui penguatan pembelajaran komunitas berbasis teknologi cerdas ini, UM berharap inovasi pendidikan yang dihasilkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu memberikan dampak luas bagi pemberdayaan masyarakat di tingkat internasional. (*)




