IDEA JATIM, MALANG – Ruang Sidang Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) terasa beda. Tidak ada pidato yang berbuih-buih. Tidak ada sambutan yang bikin mengantuk.
Jumat (13/3), suasananya ringkas. Lugas. Serius. Tapi penuh optimisme.
Rektornya, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, berdiri di depan.
Penampilannya tenang. Bicara apa adanya. Beliau tidak ingin sekadar seremoni. Beliau ingin komitmen.
Hari itu, seluruh pimpinan berkumpul. Dari Pascasarjana, Dekan, sampai Kepala Biro.
Agendanya satu: Penandatanganan Perjanjian Kinerja Semester Genap 2025/2026.
Masa berlakunya jelas: Maret sampai Agustus. Pendek. Terukur.
Prof. Dodi sadar betul. Dunia kampus sekarang makin “galak”. Persaingan PTN dan PTS sudah gila-gilaan. Semua sedang melebarkan sayap. Semua ingin berdaya saing.
Maka, UNITRI tidak boleh hanya jadi penonton.
Targetnya sudah dipatok: Tahun 2028 UNITRI harus Unggul. Titik.
”Saya yakin target itu tercapai,” ujar Prof. Dodi. Kalimatnya mantap. Tapi beliau bukan tipe one-man show. Beliau tahu diri. “Saya tidak bisa sendiri. Kita harus bersama,” tambahnya.
Kuncinya satu: Tata kelola.
Untuk memperbaiki tata kelola itu, Prof. Dodi membawa “jimat” baru. Namanya: I-PROGRES.
Bukan sekadar singkatan keren. Ini nilai budaya. Isinya padat: Integritas, Pelayanan, Profesionalisme, Gotong Royong, dan Respiritualitas.
Nilai-nilai inilah yang harus mendarat di Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harus hidup di meja-meja kerja. Bukan cuma jadi pajangan di dinding kantor.
Satu per satu pimpinan maju. Menandatangani berkas di depan Rektor. Ini bukan sekadar coretan tinta di atas kertas. Ini janji. Ini wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas kinerja di masa depan.
Suasana di Ruang Sidang UNITRI siang itu membuktikan satu hal: Untuk menjadi unggul, tidak butuh pidato panjang. Cukup kerja keras, kerja bersama, dan satu napas dalam I-PROGRES. (*)




