IDEA JATIM, MALANG – SMPI Almaarif 01 Singosari sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA).
Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pekan kemarin tersebut merupakan langkah strategis SMPI Almaarif 01 Singosari dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.
Kegiatan ini menghadirkan Bekti Prasytni, Ketua Asosiasi Pendidik Perspektif Hak Anak Nasional, sebagai narasumber utama.
Seluruh guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.
Dalam pemaparannya, Bekti Prasytni menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, santun, dan harmonis. Ia juga mengingatkan agar sekolah mampu mencegah perundungan, memperkuat komunikasi positif, serta menanamkan nilai karakter sejak dini.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa dihargai, didengar, dan dilindungi,” ujarnya.
Selain materi tentang hak anak, peserta juga mendapat pendampingan teknis penyusunan dokumen Sekolah Ramah Anak sesuai borang, strategi pelaksanaan program, hingga sistem evaluasi berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar program SRA dapat berjalan secara nyata dan konsisten.
Bimtek ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesehatan mental, emosional, dan sosial siswa.
Sebagai puncak kegiatan, SMPI Almaarif 01 Singosari secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak. Deklarasi ini menegaskan komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bebas kekerasan, diskriminasi, serta menjunjung tinggi nilai adab dan akhlak Aswaja.
Kepala SMPI Almaarif 01 Singosari, Evi Mauludiyah, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan akan diwujudkan dalam kebijakan sekolah, proses pembelajaran, serta budaya sehari-hari.
Ia berharap, Bimtek dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini, semakin memantapkan langkah SMPI Almaarif 01 Singosari menjadi sekolah unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga peduli pada perlindungan dan masa depan generasi bangsa.
“Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Tempat mereka tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter,” tegasnya. (*)




