IDEA JATIM, MALANG – Transformasi digital di dunia pendidikan terus bergulir. Melalui Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis online, SMP Kartika IV-9 Malang sukses memfasilitasi ratusan siswa SD untuk mengukur potensi akademik sejak dini secara modern dan terintegrasi.
Program try out online tersebut menjadi terobosan baru dalam memetakan kemampuan akademik calon peserta didik sejak dini. Berbeda dengan tes konvensional, TKA digital ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif secara komprehensif, mulai dari logika berpikir, kecepatan analisis, hingga ketajaman spasial.
Seluruh peserta mengerjakan berbagai soal interaktif, seperti pola gambar, teka-teki kata, serta operasi hitung sederhana melalui sistem daring yang telah terintegrasi.
Ketua pelaksana kegiatan, Afrani Syahid, menjelaskan bahwa TKA ini tidak hanya menguji kemampuan menghafal materi pelajaran.
“TKA lebih menitikberatkan pada kemampuan logika dasar, kecepatan berpikir, dan ketajaman spasial. Dari sini, guru bisa melihat bagaimana siswa memproses informasi dan menyelesaikan masalah secara mandiri,” ujarnya, Jumat(13/2).
Ia menambahkan, penggunaan sistem online membuat proses penilaian menjadi lebih objektif, cepat, dan transparan. Hasil tes pun dapat langsung dianalisis untuk memetakan potensi akademik serta karakter belajar peserta.
Sementara itu, Kepala SMP Kartika IV-9 Malang, Didik Ismanadi, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolahnya.
“Hasil tes memberikan gambaran objektif tentang bakat alami siswa, tidak hanya dari nilai rapor. Kemampuan kognitif menjadi indikator penting untuk melihat kesiapan mereka menghadapi tantangan belajar ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan literasi digital dan pemetaan potensi sejak awal menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi kami dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027,” imbuhnya.
Didik juga mengungkapkan bahwa sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai SMP Narotama 2 tersebut menyiapkan kuota 192 siswa yang akan dibagi ke dalam enam rombongan belajar.
Melalui terobosan digital ini, SMP Kartika IV-9 Malang terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan modern yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami akan terus adaptif dengan dinamika pendidikan. Lompatan dan inovasi akan kami lakukan demi kemajuan sekolah dan masa depan peserta didik,” pungkasnya. (*)



