Minggu, 22 Februari, 2026

Rektor UMM Ajak Civitas Academica Lakukan “Rekonstruksi Niat” di Ramadan 1447 H

IDEA JATIM, ​MALANG – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum krusial untuk melakukan “rekonstruksi niat”. Pesan mendalam ini ditegaskan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam kajian Ramadan di Masjid A.R. Fachruddin, Kamis (19/2/2026).

​Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan UMM yang bertujuan memperkuat spiritualitas sekaligus etos kerja sivitas akademika. Dalam ceramah yang bertepatan dengan hari kedua Ramadan 1447 H tersebut, pria yang akrab disapa Nazar ini mengajak jamaah untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu bulan suci yang penuh nilai keikhlasan.

​Nazar menekankan bahwa niat bukanlah sesuatu yang statis, melainkan dinamis dan harus terus diperbaiki. Menurutnya, ibadah puasa, zakat, dan infak adalah sarana penting untuk membangun kekuatan ikhlas dalam diri manusia.

​“Niat itu bukan sesuatu yang statis, tetapi dinamis. Harapan terdalam kita sebagai manusia adalah bagaimana niat itu terus menuju arah yang paling baik. Jika dipraktikkan dalam ibadah, dampaknya akan terasa nyata bagi lingkungan sekitar kita,” jelasnya.

​Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan konsep empty motive. Konsep ini menggambarkan kondisi di mana seseorang tetap memiliki tujuan besar, namun hatinya bersih dari pamrih untuk dipuji atau memperoleh imbalan dari manusia.
​Nazar menilai kemurnian niat inilah yang akan memperkuat kualitas amal dan profesionalitas seseorang. Ia mencontohkan bagaimana bangsa-bangsa besar seperti Jepang, Korea, dan China mampu mencapai kemajuan melalui perubahan pola pikir dan budaya yang berawal dari kesadaran kolektif untuk terus memperbaiki diri.

​Dalam konteks institusi, Rektor UMM menekankan bahwa keikhlasan adalah fondasi penting bagi kemajuan lembaga. Ia mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk melepaskan ego sektoral maupun individual demi kemajuan UMM.
​“Kemajuan tertinggi adalah ketika kita melepaskan ego. Tidak perlu ada yang tahu siapa yang paling berkontribusi, yang penting institusi kita melahirkan yang terbaik melalui semangat gotong royong atau berjamaah,” tegas Nazar.
​Sebagai penutup, ia mengutip Surah Al-Bayyinah ayat 5 sebagai pengingat pentingnya memurnikan ketaatan kepada Allah. Ia berharap nilai keikhlasan ini dapat menjadi “pengawas internal” dalam setiap tindakan, sehingga setiap pekerjaan profesional memiliki nilai ibadah dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas. (*)

Berita Terkini

Heli Suyanto Hadiri Penyerahan Paket Sembako di Yayasan Anugerah Kasih

IDEA JATIM, BATU - Wakil Wali Kota Batu, Heli...

​FP UB Resmikan Kelompok Kajian Durian: Dorong Paradigma Bioindustri Skala Nasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP...

RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Tingkatkan Layanan Operasi dan Tanggap Darurat Jalur Pantura

IDEA JATIM, PASURUAN - RSUD Grati resmi menghadirkan Smart...

Patroli Sahur Humanis Satlantas Polres Pasuruan, Cegah Curanmor dan Balap Liar Saat Ramadan

IDEA JATIM, PASURUAN - Satlantas Polres Pasuruan mengintensifkan patroli...
spot_img