IDEA JATIM, MALANG – SAYA selalu kagum dengan sekolah atau madrasah yang tidak hanya sibuk dengan angka di rapor. Yang gurunya tidak hanya berdiri di depan papan tulis.
Lihatlah apa yang terjadi di MIN 2 Kota Malang. Orang lebih mengenalnya dengan nama MINDATAMA.
Di sana, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar. Bukan sekadar hafal niat puasa. Di madrasah ini, Ramadan adalah medan tempur. Tempur melawan rasa malas dan sifat pelit.
Puncaknya luar biasa: 7.000 paket takjil.
Anda tidak salah baca. Tujuh ribu!
Tahun lalu “hanya” 6.000 paket. Tahun ini meledak. Angka ini bukan datang dari langit. Ini datang dari kocek para wali murid. Dari uang saku siswa yang disisihkan secara sukarela.
”Ini bukti antusiasme yang luar biasa,” ujar Bahtiar Ilmi Yanuar S.Kom, Humas MIN 2 Kota Malang. Wajahnya cerah. Ada nada bangga yang tak bisa disembunyikan.
Distribusinya pun tidak sembarangan. Masif. Tiga hari berturut-turut.
Hari pertama, mereka menyasar masjid-masjid. Hari kedua, mereka “menyerbu” jalan raya untuk pengguna jalan. Hari ketiga, warga sekitar madrasah hingga kantor Kemenag yang kebagian berkahnya.
Siswa diajak terjun langsung. Belajar merasakan indahnya memberi. ”Anak-anak diajak merasakan langsung. Meski hanya membawa dua paket dari rumah, itu nilainya besar bagi pembentukan jiwa mereka,” tambah Bahtiar.
Kepala Madrasah, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I punya visi yang lebih dalam. Dia menyebutnya sebagai kawah candradimuka.
Sejak sebelum hilal terlihat, mesin kegiatan sudah dipanaskan. Ada Kirab Ramadan. Ada yel-yel. Ada pesan moral yang diteriakkan anak-anak di jalanan.
Kreativitas mereka tumpah di sana.
Lalu, bagaimana dengan materi agamanya? Tentu tetap jadi menu utama. Tapi caranya beda. Lebih praktis.
Siswa kelas kecil (1-3) fokus di pagi hari. Kakak-kakak mereka (kelas 4-6) lebih “berat” lagi. Mereka ikut pesantren kilat yang intensif sampai waktu tarawih tiba.
”Fokus kami bukan hafalan,” tegas Pak Nanang.
Lalu apa?
”Praktik!” jawabnya mantap.
Guru-guru di sana turun tangan langsung. Mereka memantau satu per satu. Bagaimana cara wudunya. Bagaimana bacaan salatnya. Bagaimana tartil mengajinya. Targetnya jelas: Panca Karakter Minda Tama.
Di sekolah ini, Ramadan adalah laboratorium karakter yang paling riil. Tidak ada teori yang lebih ampuh daripada praktik langsung di lapangan.
MIN 2 Kota Malang tidak hanya mencetak anak yang pintar mengaji, tapi juga anak yang tangannya ringan untuk memberi. Itulah pendidikan yang sebenarnya. (*)




