Selasa, 3 Maret, 2026

Rekor 7.000 Takjil: Cara MINDATAMA Asah Karakter Peduli Siswa

IDEA JATIM, MALANG – ​SAYA selalu kagum dengan sekolah atau madrasah yang tidak hanya sibuk dengan angka di rapor. Yang gurunya tidak hanya berdiri di depan papan tulis.

​Lihatlah apa yang terjadi di MIN 2 Kota Malang. Orang lebih mengenalnya dengan nama MINDATAMA.

​Di sana, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar. Bukan sekadar hafal niat puasa. Di madrasah ini, Ramadan adalah medan tempur. Tempur melawan rasa malas dan sifat pelit.

​Puncaknya luar biasa: 7.000 paket takjil.
​Anda tidak salah baca. Tujuh ribu!
​Tahun lalu “hanya” 6.000 paket. Tahun ini meledak. Angka ini bukan datang dari langit. Ini datang dari kocek para wali murid. Dari uang saku siswa yang disisihkan secara sukarela.
​”Ini bukti antusiasme yang luar biasa,” ujar Bahtiar Ilmi Yanuar S.Kom, Humas MIN 2 Kota Malang. Wajahnya cerah. Ada nada bangga yang tak bisa disembunyikan.

​Distribusinya pun tidak sembarangan. Masif. Tiga hari berturut-turut.
​Hari pertama, mereka menyasar masjid-masjid. Hari kedua, mereka “menyerbu” jalan raya untuk pengguna jalan. Hari ketiga, warga sekitar madrasah hingga kantor Kemenag yang kebagian berkahnya.

​Siswa diajak terjun langsung. Belajar merasakan indahnya memberi. ​”Anak-anak diajak merasakan langsung. Meski hanya membawa dua paket dari rumah, itu nilainya besar bagi pembentukan jiwa mereka,” tambah Bahtiar.

​Kepala Madrasah, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I punya visi yang lebih dalam. Dia menyebutnya sebagai kawah candradimuka.

​Sejak sebelum hilal terlihat, mesin kegiatan sudah dipanaskan. Ada Kirab Ramadan. Ada yel-yel. Ada pesan moral yang diteriakkan anak-anak di jalanan.
Kreativitas mereka tumpah di sana.

​Lalu, bagaimana dengan materi agamanya? ​Tentu tetap jadi menu utama. Tapi caranya beda. Lebih praktis.

​Siswa kelas kecil (1-3) fokus di pagi hari. Kakak-kakak mereka (kelas 4-6) lebih “berat” lagi. Mereka ikut pesantren kilat yang intensif sampai waktu tarawih tiba.

​”Fokus kami bukan hafalan,” tegas Pak Nanang.
​Lalu apa?
​”Praktik!” jawabnya mantap.

​Guru-guru di sana turun tangan langsung. Mereka memantau satu per satu. Bagaimana cara wudunya. Bagaimana bacaan salatnya. Bagaimana tartil mengajinya. ​Targetnya jelas: Panca Karakter Minda Tama.

​Di sekolah ini, Ramadan adalah laboratorium karakter yang paling riil. Tidak ada teori yang lebih ampuh daripada praktik langsung di lapangan.
​MIN 2 Kota Malang tidak hanya mencetak anak yang pintar mengaji, tapi juga anak yang tangannya ringan untuk memberi. ​Itulah pendidikan yang sebenarnya. (*)

Berita Terkini

70 Mahasiswa UB Terdampak Banjir Terima Bantuan

IDEA JATIM, MALANG - Sebanyak 70 mahasiswa Universitas Brawijaya...

Safari Ramadan UMM: Dr Nurul Humaidi Sebut Puasa Adalah Alat Kontrol Kekuasaan

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar...

Program Pondok Ramadan YP Almaarif Singosari Resmi Ditutup, SMK Plus Almaarif Kloter Terakhir

IDEA JATIM, MALANG – Kegiatan Pondok Ramadan 1447 H...
spot_img