IDEA JATIM, MALANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 SMPN 13 Malang berlangsung meriah dan penuh makna. Momen ini dimanfaatkan sekolah untuk meneguhkan komitmen meningkatkan mutu pendidikan sekaligus meluncurkan program pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang seni tari.
Mengusung tema “Gakas Hadir Memberi Warna Anak Bangsa”, perayaan berlangsung meriah dengan berbagai pentas seni dan dukungan penuh dari orang tua serta pemangku kepentingan.
Kepala SMPN 13 Malang, Sadimin, M.Pd, menyampaikan bahwa di usia ke-43 ini pihaknya berharap sekolah dapat terus berkembang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga menyampaikan, perayaan HUT ke-43 ini menjadi bukti, bahwa SMPN 13 Malang terus berkomitmen dalam membangun pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
“Dengan usia 43 tahun, kami ingin SMPN 13 Malang semakin memberi warna bagi anak bangsa. Kami juga mohon dukungan dari Dinas Pendidikan dan seluruh pihak agar program-program sekolah dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Sadimin mengungkapkan, mulai tahun ajaran 2026/2027, sekolah akan membuka program kelas tari seperti yang ditampilkan pada pembukaan acara. Selanjutnya, akan dikembangkan berbagai program sesuai bakat dan minat siswa.
“Kami ingin memberi ruang lebih luas bagi potensi siswa, baik di bidang seni, akademik, maupun keterampilan lainnya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Sadimin juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang dan para tamu undangan yang telah memberikan dukungan moral bagi sekolah.
“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang sudah hadir. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah kami untuk terus berkembang,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan HUT ke-43 berlangsung semarak. Para tamu disuguhi Tari Remo oleh siswa kelas VII, simbolis pelepasan burung, pentas kolosal tari produk P5 oleh kelas IX dengan tema Ken Arok, drama kolosal, hingga penampilan bintang tamu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi SMPN 13 Malang yang di usia ke-43 mampu menggelar kegiatan luar biasa dan melibatkan banyak pihak, terutama orang tua siswa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan. sekolah negeri SD dan SMP telah digratiskan sesuai standar.
Namun, kegiatan besar seperti perayaan ini dan wisuda tetap diperbolehkan selama melalui musyawarah bersama orang tua.
“Kalau sesuai anggaran sekolah tentu terbatas. Maka harus dirembug bersama. Jika ada orang tua yang keberatan, mari dibantu bersama,” jelasnya.
Suwarjana juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat terwujud melalui kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua.
Ia turut menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap SMPN 13 Malang setiap pembukaan SPMB yang selalu penuh.
“Ini bukti mutu sekolah dan kompetensi guru sangat baik. Semoga dengan bertambahnya usia, SMPN 13 Malang semakin maju dan prestasinya terus meningkat,” pungkasnya. (*)



