Oleh: Ika Kartika, S.Pd
Guru Matematika SMP Islam Sabilillah Malang
______________
Marhaban ya Ramadan, bulan yang ditunggu ummat muslim dari seluruh Dunia, bulan yang menjadi bulan dengan berlipat-lipat ganda pahala dalam setiap ibadah, di Indonesia sendiri bulan Ramadan tak dilihat dari sekedar hitungan nilai berupa ibadah, namun secara culture, Ramadan menjadi magnet menarik dengan berbagai keunikan dari kebiasaan yang hanya ada di Indonesia.
Sahur on the road, berburu takjil, anak-anak bermain petasan, orang-orang dewasa menjadwalkan reuni sambil bukber (Buka Bersama), kumandang tadarus di Masjid-Masjid, Pesantren kilat, dan berbagai kebiasaan lain yang justru hangatnya terasa ketika di Bulan Ramadan.
Sebagai pendidik, penulis ingin menekankan syukur atas berkah Ramadan, lewat angka, hitungan, dan berbagai bonus dari Allah untuk ummat Nabi Muhammad SAW dalam Ramadan ini. Jika kita baca lebih jauh, nilai-nilai Ramadan selalu datang dengan hitungan yang jelas, kita tahu Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriah, berlangsung 29 atau 30 hari, dengan durasi puasa rata-rata belasan jam setiap harinya. Namun di balik angka-angka itu, tersimpan makna pendidikan yang jauh lebih dalam dan bermanfaat bagi kita semua, khususnya generasi mendatang.
Dalam dunia Pendidikan, Ramadan bukan sekadar penyesuaian jadwal belajar atau pengurangan jam pelajaran. Ia adalah ruang pembelajaran karakter yang hidup dan mengalir dengan cara kontekstual, yaitu menjadi wujud ruang kelas kehidupan yang sesungguhnya. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan pada kita, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah [2]: 183). dari ayat ini saja, terdapat dua angka penting pada penting akhirnya, yaitu munculnya durasi waktu berpuasa yang diwajibkan yaitu 29 hingga 30 hari dengan satu tujuan utama, yaitu takwa, kita tentu sering mendengar “Puasa bagi yang mampu”, dalam perspektif pendidikan, ini sejalan dengan pembentukan karakter siswa, membangun disiplin, tanggung jawab, pendewasaan dan kesadaran diri atas waktu dan kesempatan, pengendalian diri, dan tanggung jawab sebagai hamba yang memiliki kepercayaan dan takwa kepada firmanNya.
Pertanyaannya, bagaimana angka-angka Ramadan itu berdampak pada siswa? Secara fisik, siswa memang menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam setiap hari. Tantangan konsentrasi dan energi tentu ada. Namun sejumlah penelitian pendidikan dasar di Indonesia menunjukkan bahwa dengan manajemen waktu yang baik dan dukungan lingkungan sekolah, siswa tetap mampu mempertahankan aktivitas belajar secara optimal, bahkan, bulan ini justru sering menjadi momentum penguatan pendidikan karakter.
Puasa melatih disiplin waktu, bangun sebelum fajar untuk sahur, menjaga jadwal ibadah, hingga mengatur waktu istirahat. Disiplin adalah salah satu kompetensi dasar dalam pendidikan, Ramadan melatihnya setiap hari selama hampir sebulan penuh. tidak ada guru yang mengawasi secara langsung apakah seorang siswa benar-benar berpuasa ketika berada di luar sekolah, namun di sinilah letak pelajarannya, karena puasa adalah ibadah yang sangat personal, mau tak mau Ia melatih dan membentuk integritas, kejujuran dalam melakukan yang benar meskipun tidak terlihat orang lain. Selain itu, puasa tidak hanya melatih menahan lapar dan haus, tetapi juga membentuk pola hidup lebih sehat, disiplin dalam makan, serta menumbuhkan empati sosial, karena rasa lapar yang dirasakan menjadi sarana memahami penderitaan orang-orang yang hidup dalam kekurangan, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai lembaga internasional seperti United Nations tentang krisis pangan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Dari sisi kebijakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendorong pembelajaran yang adaptif selama Ramadan, penyesuaian jadwal, penguatan kegiatan keagamaan, hingga pesan moderasi beragama menjadi bagian dari kebijakan tersebut, ini menunjukkan bahwa pendidikan nasional berupaya selaras dengan dinamika spiritual masyarakatnya.
Pada akhirnya, Ramadan dalam angka bukanlah sekadar hitungan hari, jam, atau statistik populasi. Ia adalah kurikulum karakter selama 29-30 hari. Ramadan menjadi arena latihan keimanan, latihan hidup secara balance menjalankan “Hablumminallah” dan “Hablumminannas”, disiplin selama belasan jam setiap hari lewat menahan dahaga, sisanya siswa diajak membangun karakter cinta Allah dan Rasul, Cinta sesama dalam kehidupan sebagai manusia yang personal namun tetap relate dengan tatanan sosial, memperbanyak waktu dimasjid, khataman, tadarrus, berbagi takjil, dan kegiatan-kegiatan sosial lain yang hanya bisa bisa dikerjakan di bulan Ramadan.
Bagi siswa, Ramadan bukan jeda dari pendidikan, ia justru perpanjangan dari pendidikan itu sendiri, ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat mampu memaknainya sebagai ruang pembelajaran yang utuh mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual, jika itu berjalan, maka Ramadan akan melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Ramadan dalam buah angka-angka itu akhirnya mengajarkan satu hal penting, bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di bangku kelas pada hari tertentu, waktu tertentu, tetapi juga dalam proses menahan diri, berbagi, dan memperbaiki diri dalam keseharian dimasyarakat selama sebulan penuh.
______________
Selesai
Sumber/Referensi
- Al-Qur’an. Surah Al-Baqarah [2]: 183 dan 185. Al-Quran Online Terjemah dan Tafsir Bahasa Indonesia | Quran NU Online
- Al-Bukhari, Muhammad ibn Ismail. Sahih al-Bukhari. Ilmu Hadits | NU Online
- Muslim ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi, n.d. Ilmu Hadits | NU Online
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. “Pembelajaran Ramah bagi Peserta Didik di Bulan Ramadan.” Siaran pers resmi, diakses 2026. https://ditsd.kemendikdasmen.go.id/artikel/detail/kemendikdasmen-arahkan-pembelajaran-yang-ramah-bagi-peserta-didik-di-bulan-ramadan
- Statista Research Department. “Muslim Population Worldwide and Ramadan Observance Statistics.” Statista, laporan topik Ramadan, diakses 2026. https://www.statista.com
- United Nations. “Food Security and Humanitarian Conditions During Ramadan in Conflict-Affected Regions.” United Nations Reports, diakses 2026. https://www.un.org
- Jurnal Pendidikan Pengaruh Puasa terhadap Konsentrasi dan Prestasi Belajar Pelajar




