IDEA JATIM, MALANG – Di tengah pergeseran kekuatan ekonomi dunia, Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah strategis dengan menggali kunci kesuksesan pembangunan Tiongkok. Melalui seminar bertajuk “Understanding Contemporary China” yang digelar Kamis (02/04), UM mendorong mahasiswanya tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam tantangan global.
Acara yang berlangsung di gedung kuliah bersama ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, yakni Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Dr. Ye Su, serta Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN yang dikenal lewat bukunya Teladan dari Tiongkok.
Dalam paparannya, Dr. Ye Su mengungkapkan bahwa lompatan besar Tiongkok menjadi raksasa ekonomi dunia berakar pada model pembangunan yang adaptif. Tiongkok berhasil mengintegrasikan sistem pendidikan berkualitas, infrastruktur modern, dan strategi pengentasan kemiskinan yang terukur.
”Tiongkok siap berbagi pengalaman pembangunan ini. Kami ingin menginspirasi negara lain, termasuk Indonesia, untuk menemukan jalannya sendiri menuju kemakmuran bersama,” ujar Dr. Ye Su. Dia juga menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sebagai simbol nyata kolaborasi teknologi dan ekonomi kedua negara yang patut dipelajari oleh para akademisi.
Sementara itu, Dahlan Iskan memberikan perspektif praktis bagi para mahasiswa. Menurutnya, investasi besar Tiongkok di Indonesia harus dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Salah satu kunci utamanya adalah penguasaan bahasa.
”Banyak perusahaan Tiongkok di Indonesia membutuhkan tenaga kerja lokal yang mampu berbahasa Mandarin. Ini adalah peluang emas bagi mahasiswa jika dipersiapkan sejak bangku kuliah,” tegas Dahlan Iskan.
Tak sekadar seminar, UM telah memperkuat ekosistem internasionalnya melalui kerja sama dengan Guangxi Normal University. Kehadiran ruang baca Duxiu Shuyuan di Perpustakaan UM menjadi bukti nyata akses literasi global bagi mahasiswa. Fasilitas ini menyediakan berbagai referensi budaya dan pengetahuan terkini mengenai Tiongkok.
Selain literasi, UM juga membuka lebar pintu beasiswa melalui China Scholarship Council (CSC). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan internasional, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global.
Langkah UM ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-17 tentang kemitraan global. Dengan membekali mahasiswa melalui wawasan internasional dan keterampilan praktis, UM optimis lulusannya akan mampu menaklukkan dinamika global yang terus berubah. (*)



