Polinema Gandeng Mitsubishi Zosen Jepang, Cetak 40 Teknisi Las Kapal Perempuan

IDEA JATIM, ​MALANG – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) memperkuat posisinya di kancah internasional melalui kolaborasi strategis dengan raksasa maritim asal Jepang, Mitsubishi Zosen. Kerja sama ini fokus pada pembentukan kelas khusus pengelasan kapal (ship welding) berstandar industri Negeri Sakura.

​Pertemuan koordinasi ini dibuka langsung oleh Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama POLINEMA, Prof. Dr. Eng. Rosa Andrie Asmara, S.T., M.T., bersama CEO BESTie Co., Ltd., Yuuki Matsumoto. Melalui program ini, mahasiswa terpilih akan menjalani skema magang dan kerja intensif selama satu tahun di galangan kapal legendaris, Nagasaki, Jepang.

​Prof. Rosa menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transfer teknologi secara besar-besaran. Mahasiswa tidak hanya belajar teknis, tetapi juga menyerap etos kerja di salah satu dari lima galangan kapal terbesar di dunia.

​”Kami ingin memastikan lulusan POLINEMA tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang diakui secara global. Melalui mitra utama seperti Mitsubishi Zosen, mahasiswa kita akan terpapar langsung dengan standar kerja industri berat tingkat dunia,” ujar Prof. Rosa.

​Senada dengan hal tersebut, Yuuki Matsumoto dari BESTie Co., Ltd. menekankan pentingnya sinergi ini bagi industri maritim Jepang yang sedang berkembang pesat.

​”Kami memilih bermitra dengan POLINEMA karena reputasi teknis mahasiswanya yang solid. Melalui Mitsubishi Zosen, kami ingin mentransfer standar ketelitian Jepang (Monozukuri) kepada talenta muda Indonesia agar mereka siap menjadi tenaga ahli internasional,” ungkap Matsumoto.

​Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah penerapan model pelatihan Train the Trainer. Sebelum mahasiswa diberangkatkan, para staf pengajar POLINEMA akan dikirim terlebih dahulu ke Jepang untuk menjalani pelatihan intensif selama satu bulan di fasilitas Mitsubishi dan Oshima.

​”Dosen kami harus menguasai teknik kalkulasi dan pengelasan standar Jepang terlebih dahulu. Tujuannya agar kurikulum yang diajarkan di kelas khusus nanti benar-benar presisi dan sesuai dengan kebutuhan industri di sana,” tambah Prof. Rosa.

​Hal yang paling menarik dari kolaborasi ini adalah misi inklusivitasnya. Program ini secara spesifik menargetkan perekrutan 40 tenaga kerja perempuan untuk terjun ke sektor pengelasan kapal—bidang yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

​”Industri pengelasan modern saat ini sangat membutuhkan ketelitian dan konsistensi tinggi, kualitas yang seringkali menonjol pada teknisi perempuan. Kami ingin mendobrak stigma bahwa galangan kapal hanyalah dunia laki-laki,” jelas pihak perwakilan koordinasi program.

​Selain kemampuan teknis, penguasaan bahasa menjadi syarat mutlak. Calon peserta diwajibkan mencapai level JFT A2 atau JLPT N4 untuk menjamin kelancaran komunikasi dan standar keselamatan kerja (K3) selama berada di Jepang.

​Program ambisius ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir Agustus 2026, bertepatan dengan tahun akademik baru. Mahasiswa yang lolos seleksi ketat diproyeksikan siap diberangkatkan ke Jepang pada Juli 2027.

​Untuk menjamin kesejahteraan peserta, skema kolaborasi selama lima tahun ini mencakup penyediaan fasilitas asrama serta sistem pemantauan berkala dari pemerintah. Langkah ini diharapkan menjadi bukti nyata peran pendidikan vokasi dalam menyuplai tenaga ahli berkualitas bagi pasar kerja global. (*)

Berita Terkini

Perkuat Dewa United Basketball, Alumnus UMM Fauzan Algifari Jadi Tenaga Ahli Fisioterapi IBL 2026

IDEA JATIM, MALANG – Persaingan Indonesian Basketball League (IBL)...

Kesuksesan PLN UP3 Pasuruan Selama Lebaran Diapresiasi Walikota

IDEAJATIM.ID, Pasuruan – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan...

Pesan Idul Fitri Mas Adi: Rayakan Kemenangan dengan Sederhana, Hindari Berlebihan

IDEAJATIM.ID, Pasuruan – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul...

Sidak Banyubiru, Mas Rusdi Diserbu Warga Foto Keluarga

IDEAJATIM.ID, Pasuruan – Suasana liburan di Pemandian Alam Banyubiru,...
spot_img