IDEA JATIM, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima kunjungan kerja sama dari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan untuk membahas pengembangan program akademik dan perluasan akses pendidikan tinggi vokasi, Kamis (5/2). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapim Gedung AA Polinema ini difokuskan pada mekanisme alih jenjang bagi lulusan Diploma II (D2) menuju jenjang Sarjana Terapan (D4).
Direktur AKN Pacitan, Prof. Dr. Ir. Joko Triyono, S.T., M.T., memaparkan bahwa lulusan D2 saat ini masih terkendala oleh keterbatasan fasilitasi kebijakan pemerintah. Hal ini berdampak pada terbatasnya peluang karier, termasuk hambatan dalam mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Oleh karena itu, jalur pendidikan lanjutan menjadi solusi krusial bagi para lulusan.
Merespons tantangan tersebut, Wakil Direktur I Polinema, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, Ph.D., menegaskan kesiapan Polinema dalam memfasilitasi alih jenjang melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Regulasi: Pelaksanaan alih jenjang wajib mengacu pada ketentuan Sistem Informasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (SIERA).
Pengakuan Kredit: Skema RPL akan memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah ditempuh mahasiswa di jenjang sebelumnya.
Poin Strategis Kerja Sama
Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak merumuskan beberapa langkah taktis untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi vokasi:
Program Studi Prioritas: Pembukaan jalur alih jenjang diarahkan pada prodi D4 Teknik Informatika, D4 Teknologi Otomotif Elektronik (TOE), dan D4 Pariwisata.
Kurikulum Berkelanjutan: Penyesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan sinkronisasi mata kuliah untuk menjamin keberlanjutan studi.
Metode Pembelajaran: Penjajakan penerapan sistem hybrid learning untuk meningkatkan fleksibilitas akses pendidikan.
Dampak Nasional: Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional melalui jalur vokasi yang inklusif.
Supriatna dari pihak Polinema menambahkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi vokasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas akses pendidikan yang berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, kedua institusi optimistis dapat menciptakan model pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan regulasi terkini. (*)




