Rabu, 11 Februari, 2026

“Pisau AI” di SMP Islam Sabilillah

IDEA JATIM, MALANG – ​Mimpinya sederhana: anak-anak tidak boleh hanya jadi penonton. Apalagi hanya jadi konsumen teknologi.

​Nur Lailiyah, M.Pd punya ambisi itu. Kepala SMP Islam Sabilillah Malang ini ingin siswanya melompat lebih jauh. Tidak cukup hanya main robot-robotan dengan Arduino. ​”Harus masuk ke coding. Harus masuk ke AI,” tegasnya.

​Lia—begitu dia akrab disapa—sadar betul. Dunia sudah berubah. Teknologi digital bukan lagi masa depan. Itu sudah masa kini. Maka, di ruang kerjanya yang hangat, dia bercerita tentang rencana besarnya : membuka ekskul khusus coding dan Artificial Intelligence (AI).

​Sebenarnya, materi coding sudah ada. Nyempil di mata pelajaran Informatika. Tapi Lia merasa itu belum cukup. Ibarat makan, itu baru camilannya. Belum menu utamanya. ​”Durasinya kurang mendalam. Kita terbentur kurikulum reguler,” akunya jujur.

​Coding bukan sekadar mengetik baris kode yang rumit itu. Tapi soal logical thinking. Soal design thinking.

​Lia membayangkan sesuatu yang hebat. Ada virtual library. Ada pemanfaatan Virtual Reality (VR). “Mungkin tidak? Ya sangat mungkin!” katanya optimis.

​Tapi Lia tidak silau. Dia tetap memijak bumi. ​Dia tahu AI itu seperti pisau. Di tangan koki hebat, dia jadi alat masak yang lezat. Di tangan begal, dia jadi alat pembunuh. ​Itulah mengapa di SMP Islam Sabilillah, moralitas tetap jadi harga mati.

​Pendidikan karakter tidak boleh kalah cepat dengan teknologi. Anak-anak SMP itu masa transisi. Perlu “perisai” yang kuat. Namanya: Program Pembelajaran Pengembangan Karakter (PAP). Lebih detail lagi, ada Karakter Sabilillah Penuh Cinta. Yang isinya ada delapan muatan itu.

​Wali kelas pun punya tugas tambahan. Tiap hari harus cerewet soal satu hal : become a good person. Menjadi orang baik. ​Logikanya sederhana: kalau moralnya bagus, teknologi secanggih apa pun tidak akan dipakai untuk merusak. Tidak akan dipakai untuk bikin mudarat.

​Teknologi itu bisa dipelajari siapa saja. Tapi integritas? Itu soal hati.
​Di tangan orang baik, teknologi yang paling berisiko pun bisa dijinakkan. Bisa diubah menjadi kebaikan bagi peradaban. ​Lia sudah memulai langkahnya. Sabilillah sedang bersiap. Mencetak pakar IT yang punya hati. (*)

Berita Terkini

Hari Pers Nasional 2026: Dari Ruang Redaksi ke Ruang Sidang, Pers Tetap Nurani Demokrasi

Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kembali menjadi momentum refleksi,...

Jaga Amanah Pendiri, UNISMA Perkuat Tekad Menuju Kampus Kelas Dunia

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ainul...

10 ASN Purna Tugas, Pemerintah Kota Batu Beri Apresiasi

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, menyerahkan...
spot_img