“Pisau AI” di SMP Islam Sabilillah

IDEA JATIM, MALANG – ​Mimpinya sederhana: anak-anak tidak boleh hanya jadi penonton. Apalagi hanya jadi konsumen teknologi.

​Nur Lailiyah, M.Pd punya ambisi itu. Kepala SMP Islam Sabilillah Malang ini ingin siswanya melompat lebih jauh. Tidak cukup hanya main robot-robotan dengan Arduino. ​”Harus masuk ke coding. Harus masuk ke AI,” tegasnya.

​Lia—begitu dia akrab disapa—sadar betul. Dunia sudah berubah. Teknologi digital bukan lagi masa depan. Itu sudah masa kini. Maka, di ruang kerjanya yang hangat, dia bercerita tentang rencana besarnya : membuka ekskul khusus coding dan Artificial Intelligence (AI).

​Sebenarnya, materi coding sudah ada. Nyempil di mata pelajaran Informatika. Tapi Lia merasa itu belum cukup. Ibarat makan, itu baru camilannya. Belum menu utamanya. ​”Durasinya kurang mendalam. Kita terbentur kurikulum reguler,” akunya jujur.

​Coding bukan sekadar mengetik baris kode yang rumit itu. Tapi soal logical thinking. Soal design thinking.

​Lia membayangkan sesuatu yang hebat. Ada virtual library. Ada pemanfaatan Virtual Reality (VR). “Mungkin tidak? Ya sangat mungkin!” katanya optimis.

​Tapi Lia tidak silau. Dia tetap memijak bumi. ​Dia tahu AI itu seperti pisau. Di tangan koki hebat, dia jadi alat masak yang lezat. Di tangan begal, dia jadi alat pembunuh. ​Itulah mengapa di SMP Islam Sabilillah, moralitas tetap jadi harga mati.

​Pendidikan karakter tidak boleh kalah cepat dengan teknologi. Anak-anak SMP itu masa transisi. Perlu “perisai” yang kuat. Namanya: Program Pembelajaran Pengembangan Karakter (PAP). Lebih detail lagi, ada Karakter Sabilillah Penuh Cinta. Yang isinya ada delapan muatan itu.

​Wali kelas pun punya tugas tambahan. Tiap hari harus cerewet soal satu hal : become a good person. Menjadi orang baik. ​Logikanya sederhana: kalau moralnya bagus, teknologi secanggih apa pun tidak akan dipakai untuk merusak. Tidak akan dipakai untuk bikin mudarat.

​Teknologi itu bisa dipelajari siapa saja. Tapi integritas? Itu soal hati.
​Di tangan orang baik, teknologi yang paling berisiko pun bisa dijinakkan. Bisa diubah menjadi kebaikan bagi peradaban. ​Lia sudah memulai langkahnya. Sabilillah sedang bersiap. Mencetak pakar IT yang punya hati. (*)

Berita Terkini

Tekan Konsumsi BBM, Universitas Brawijaya Berlakukan Kuliah Daring Mulai Senin Besok

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Brawijaya (UB) bergerak cepat...

Perkuat Poros Wisata ASEAN, UM dan UIC Filipina Rancang Standar Layanan Global

​IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) tengah...

FKIP UMM Buka Peluang Mengajar ke Luar Negeri, Gandeng Siswa Thailand

IDEA JATIM, ​MALANG – Kuliah di FKIP UMM kini...

Renovasi Masjid Almaarif Singosari Dimulai, Dukung Terwujudnya Islamic Center

IDEAJATIM.ID,MALANG – Renovasi Masjid Almaarif Singosari resmi dimulai pada...
spot_img