IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) tengah membangun “jembatan” profesional menuju pasar kerja mancanegara. Melalui Fakultas Sastra, UM resmi menggandeng University of the Immaculate Conception (UIC) di Kota Davao, Filipina, untuk menyatukan visi dalam pengembangan industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara.
Alih-alih bergerak sendiri, UM memilih jalur kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan industri pascapandemi yang kian kompetitif. Fokus utama dari kemitraan ini adalah sinkronisasi standar pelayanan (service standards) yang berlaku di level ASEAN, sehingga lulusan kedua universitas memiliki bahasa kompetensi yang sama saat terjun ke dunia kerja global.
Melampaui Batas Negara
Ketua Departemen Industri Kreatif UM, Dr. Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim, M.Pd, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dari penghapusan sekat geografis dalam pendidikan.
”Mahasiswa kami tidak boleh hanya menjadi jago kandang. Dengan menggandeng UIC, kita menciptakan ekosistem belajar di mana standar manajemen perhotelan di Malang akan setara dengan standar di Filipina maupun negara ASEAN lainnya,” ujar Dr. Fahrul.
Kerja sama ini diimplementasikan melalui skema pertukaran kepakaran. Dosen dari UIC akan memberikan kuliah tamu bagi mahasiswa di Malang, begitu pula sebaliknya. Langkah ini bertujuan untuk memperkaya perspektif mahasiswa mengenai dinamika destinasi wisata internasional secara langsung dari praktisi lintas negara.
Riset Berkelanjutan sebagai Solusi
Selain fokus pada talenta manusia, kolaborasi ini juga menyasar sektor riset. UM dan UIC sepakat untuk mendalami pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Hasil riset kolaboratif ini diproyeksikan menjadi naskah akademik yang dapat digunakan oleh pemerintah Indonesia maupun Filipina dalam menyusun kebijakan pariwisata.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, menilai langkah ini sebagai bagian dari akselerasi UM menuju World Class University. Dengan kurikulum yang visioner dan jejaring internasional yang kuat, lulusan Pariwisata UM kini dipersiapkan untuk menembus pasar kerja di Singapura, Thailand, hingga Eropa dengan kepercayaan diri tinggi. (*)




