IDEA JATIM, MALANG – Suasana penuh haru menyelimuti Aula Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) saat delapan delegasi mahasiswa dari Philippine Normal University (PNU), Filipina, resmi dilepas kembali ke negara asalnya pada Kamis (19/02). Setelah sebulan mengabdi dan berbagi ilmu di Sekolah Laboratorium UM, para calon pendidik muda ini tidak hanya meninggalkan jejak akademik, tetapi juga ikatan emosional dan budaya yang mendalam.
Program bertajuk SEA Teacher Batch 11 ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Negeri Malang dalam memperkuat jejaring pendidikan di level Asia Tenggara. Selama program berlangsung, para mahasiswa Filipina tersebut bertugas mempraktikkan keterampilan mengajar mereka di jenjang SD dan SMP Laboratorium UM.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para delegasi. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar tentang transfer ilmu di dalam kelas, melainkan pembentukan karakter pendidik yang berwawasan global.
”Program SEA Teacher ini tidak hanya mencetak guru yang kompeten secara teknis, tetapi juga warga dunia yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami berharap pengalaman dan persahabatan yang terjalin di sini akan terus memperkaya perjalanan karier kalian ke depan,” ujar Prof. Munjin.
Sisi menarik dari program ini adalah pertukaran budaya yang terjadi secara natural. Rafael Genobia, salah satu delegasi mahasiswa, mengaku sangat terkesan dengan keramahan siswa di Malang. Ia tidak hanya mengajarkan lagu dan tarian rakyat Filipina, tetapi juga jatuh cinta pada budaya lokal Indonesia.
“Berbagi kebudayaan Filipina melalui lagu dan tarian adalah momen yang sangat berarti bagi saya. Namun yang luar biasa, saya juga mendapat kesempatan belajar memainkan gamelan. Saya sangat bahagia bisa memainkannya,” ungkap Rafael dengan antusias.
Senada dengan Rafael, Nadine Catahan Perez mengungkapkan bahwa pengalamannya di UM adalah proses pendewasaan yang luar biasa. Baginya, mengajar di negeri orang memberikan perspektif baru tentang kepercayaan diri dan pertumbuhan diri. “Pengalaman ini membuat saya belajar bagaimana cara mencoba hal baru, bagaimana menaruh kepercayaan, dan bagaimana untuk terus bertumbuh,” tutur Nadine.
Penutupan program SEA Teacher Batch 11 ini menandai keberhasilan UM dalam memfasilitasi ruang belajar lintas budaya bagi calon guru masa depan. Melalui kolaborasi ini, UM berharap para siswa di Sekolah Laboratorium mendapatkan wawasan global sejak dini, sementara para mahasiswa tamu membawa pulang pengalaman berharga tentang sistem pendidikan di Indonesia.
Dengan berakhirnya masa bakti delegasi PNU ini, Universitas Negeri Malang semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan yang terus membuka pintu bagi kerja sama internasional dan pengembangan kualitas SDM di kancah global. (*)




