Ops Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Lima Poin Jadi Atensi Di kota Malang

IDEA JATIM, MALANG – Operasi (Ops) Ketupat Semeru 2026, resmi dimulai tanggal 13-25 Maret 2026. Di Kota Malang, hal ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Gabungan di halaman Mapolresta Malang Kota, Kamis (12/3) sore.

Hal ini diisi dengan lima atensi khusus Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, selama momen libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah dan Nyepi 2026. Berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik, wisata, hingga aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pengamanan tahun ini mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia, Aparat Siaga. Melalui konsep tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berupaya memastikan masyarakat yang datang ke Kota Malang dapat menikmati perjalanan mudik maupun aktivitas wisata dengan aman dan nyaman.

“Kota Malang ini memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Malang Raya, khususnya ke Kota Batu dan Kabupaten Malang,” ujarnya usai apel.

Kondisi tersebut membuat potensi kepadatan kendaraan cukup tinggi, karena banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut namun memilih menginap di Kota Malang. Selain arus kendaraan, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan cuaca yang sulit diprediksi serta meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai titik keramaian, terutama kawasan kuliner dan pusat perbelanjaan.

“Dari pemerintah pusat memang ada prediksi penurunan mobilitas masyarakat, namun, kami tidak boleh menganggap ini remeh, tidak boleh under estimate. Jadi kami tetap bersiap semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami kepadatan antara lain pusat perbelanjaan seperti mal dan pusat oleh-oleh, kawasan wisata, seperti Kawasan Kayutangan Heritage. Untuk mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik tersebut, tim pengurai kemacetan disiagakan tim urai.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan, seluruh unsur aparat telah disiapkan untuk mendukung pengamanan Lebaran. Sinergi antara pemerintah kota dengan jajaran perangkat daerah (PD), TNI, dan Polri menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama periode mudik hingga arus balik.

“Total personel gabungan yang dilibatkan dalam pengamanan mencapai sekitar 1.200 hingga 1.300 orang. Dari jajaran Polresta Malang Kota sendiri terdapat sekitar 500 personel yang terlibat langsung dalam operasi pengamanan, di luar personel siaga yang bersifat on call,” jelasnya.

Ada lima hal yang menjadi atensi. Kombes Putu mengatakan, hal ini antara lain pengaturan lalu lintas, antisipasi potensi kepadatan di fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner. Kemudian pengawasan parkir, turut diperkuat melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan juru parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kemudian, poin keempat kami mendorong pengelolaan kebersihan lingkungan, dan potensi inflasi musiman juga menjadi perhatian pemerintah daerah selama masa Lebaran kali ini, dan sudah dilakukan banyak intervensi,” terang Putu.

Untuk menjaga keamanan lingkungan, aparat bersama unsur masyarakat akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman, khususnya rumah kosong yang ditinggal mudik. Kegiatan ini melibatkan jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, hingga pengurus RT dan RW.

“Kami mengingatkan kwpada masyarakat agar tetap mematuhi aturan keselamatan berkendara, termasuk larangan membawa penumpang lebih dari ketentuan saat perjalanan mudik lokal,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Siswa MA Almaarif Singosari Raih Juara MTQ Surabaya, Cetak Generasi Cinta Alquran

IDEA JATIM, MALANG - Kesungguhan dalam mencintai Alquran mengantarkan...

Lapas Kelas I Malang Gandeng Jurnalis Malang Raya, Dukung Pers Sehat Lewat Bukber Ramadan 1447 H

IDEA JATIM, MALANG – Kehangatan di Bulan Ramadan 1447...

Eks Menag Yaqut Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

IDEA JATIM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan...
spot_img