Nuzulul Quran Di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren; Santri SMAIS Merajut Cinta dan Sanad Keilmuan

IDEA JATIM, MALANG -Siswa SMA Islam Sabilillah (SMAIS) Malang Boarding School Sistem Pesantren memperingati Nuzulul Quran, Sabtu (7/3) lalu. Mereka adalah para santri Mahad Sabilillah. Suasana peringatan Nuzulul Quran sarat akan makna. Acara yang dimulai selepas salat tarawih ini tidak hanya menjadi seremoni pengingat turunnya mukjizat, tetapi juga momen penguatan spiritualitas bagi generasi Z.

​Puncak acara malam itu diisi dengan agenda istimewa: pengajian Hikmah Nuzulul Quran yang dirangkai dengan prosesi Sambung Sanad Kitab Bidayatul Hidayah bersama ulama kharismatik, Dr. KH. Marzuqi Mustamar. Tradisi sambung sanad ini menjadi simbol pentingnya menjaga mata rantai keilmuan Islam yang autentik, memastikan bahwa apa yang dipelajari para santri memiliki sandaran yang jelas hingga ke penulis kitabnya.
​
​Siti Aisyah, S.Ag selaku Penanggung Jawab Kegiatan, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini membawa misi besar untuk mengubah perspektif santri terhadap kitab suci. Menurutnya, santri SMAIS didorong untuk memaknai Alquran lebih dari sekadar teks ritual.
​”Alquran adalah petunjuk operasional kehidupan. Kita ingin para santri menyadari bahwa di sinilah kunci kebahagiaan sejati, baik saat mereka menapakkan kaki di dunia maupun saat kembali ke akhirat nanti,” ungkapnya.

​Untuk mendukung misi tersebut, Ma’had SMAIS telah mengintegrasikan pembelajaran Alquran ke dalam kurikulum inti. Santri tidak dibiarkan belajar sendiri, melainkan dikelompokkan dalam tiga kajian khusus: Tartil bagi yang fokus pada keindahan dan ketepatan bacaan, Terjemah untuk pendalaman makna, serta Tahfidz bagi mereka yang menjaga kemurnian ayat dalam hafalan. Ritual spiritual ini diperkuat dengan tradisi murajaah dan tadarus berjamaah setiap ba’da Magrib dan Subuh.
​
​Ramadan tahun ini juga menandai lahirnya inovasi sosial bertajuk “Ramadan Mubarak, Sabilillah Penuh Cinta.” Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini SMAIS memperkenalkan program Tarling (Tarawih Keliling) dan Darling (Tadarus Keliling). Program ini mengajak santri keluar dari zona nyaman asrama untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. ​”Pelajaran terpenting tahun ini adalah keseimbangan antara Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Melalui Tarling dan Darling, santri belajar bersilaturahmi. Mereka harus sadar bahwa setelah lulus nanti, mereka akan menyatu dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tambah Siti Aisyah.

​Di tengah gempuran konten media sosial yang sering kali mendistraksi fokus, Siti Aisyah menitipkan pesan mendalam. Ia berpesan agar generasi muda menjadikan Alquran sebagai rujukan utama dalam menyaring informasi dan menentukan langkah hidup.

​”Jangan pernah lelah membuktikan firman Allah melalui kajian ilmiah. Alquran adalah sumber segala ilmu. Sempatkanlah membacanya di sela aktivitas digital kalian, karena di sanalah keberkahan itu mengalir,” pungkasnya.

​Malam Nuzulul Quran di Masjid Ma’had Sabilillah ini pun berakhir dengan doa bersama, meninggalkan jejak tekad di hati para santri untuk terus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga teduh secara spiritual. (imm/sir)

Berita Terkini

Siswa MA Almaarif Singosari Raih Juara MTQ Surabaya, Cetak Generasi Cinta Alquran

IDEA JATIM, MALANG - Kesungguhan dalam mencintai Alquran mengantarkan...

Ops Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Lima Poin Jadi Atensi Di kota Malang

IDEA JATIM, MALANG – Operasi (Ops) Ketupat Semeru 2026,...

Lapas Kelas I Malang Gandeng Jurnalis Malang Raya, Dukung Pers Sehat Lewat Bukber Ramadan 1447 H

IDEA JATIM, MALANG – Kehangatan di Bulan Ramadan 1447...

Eks Menag Yaqut Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

IDEA JATIM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan...
spot_img