IDEA JATIM, MALANG – Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi MTs Almaarif 01 Singosari untuk menguatkan komitmen mencetak generasi mahir bahasa Arab.

Melalui kegiatan Arabic Camp yang menghadirkan akademisi asal Sudan, Prof. Dr. Faisol Mahmoud Adam, MA, para siswa mendapat motivasi sekaligus strategi praktis agar semakin percaya diri berbahasa Arab di kancah global.
Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium H. Mahmud Yunus Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Selasa (24/2/2026), mengangkat tema Strategi Mahir Berbahasa Arab.

Dalam pemaparannya, Prof. Faisol menekankan bahwa kunci utama menguasai bahasa Arab adalah memperkaya kosakata dan membiasakan diri berlatih percakapan setiap hari.
“Bahasa akan hidup jika digunakan. Jangan takut salah, teruslah berbicara,” pesannya yang langsung disambut antusias para siswa.
Ia mengaku terkesan dengan eksistensi Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Tak hanya itu, kemampuan siswa MTs Almaarif 01 Singosari dalam berkomunikasi bahasa Arab juga mendapat apresiasi khusus karena dinilai sudah lancar dan komunikatif.
“Ini sangat luar biasa. Seluruh siswa sudah bisa komunikasi secara lancar menggunakan bahasa Arab,” imbuhnya.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., menjelaskan bahwa penguatan bahasa Arab menjadi program prioritas madrasah.
Selain kelas reguler, tersedia kelas khusus bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bagian dari visi mencetak siswa berdaya saing internasional.
“Ini adalah ikhtiar kami agar siswa siap mengikuti kompetisi hingga level internasional tanpa kendala bahasa,” ujarnya.
Ketua Yayasan, KH Anas Noor, S.H., M.H., turut menyatakan dukungan penuh terhadap program penguatan bahasa ini. Menurutnya, Arabic Camp menjadi langkah nyata membangun kepercayaan diri siswa sekaligus membuka peluang prestasi di tingkat global.
“MTs Almaarif 01 Singosari saat ini sudah Go Internasional. Kami dukung untuk diperluas dan diperkuat lagi program ini,” ujar Gus Anas.
Sebagai praktik langsung, siswa mengikuti diskusi kelompok dan mempresentasikan hasilnya dalam bahasa Arab di hadapan Prof. Faisol. Momentum ini bukan sekadar kegiatan Ramadan, melainkan pijakan penting membentuk generasi madrasah yang fasih, percaya diri, dan siap menembus dunia internasional. (*)




