Jumat, 13 Februari, 2026

MTs Almaarif 01 Singosari Jadi Percontohan, Terima Kunjungan dari Yayasan Al Munir Bojonegoro

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari terus menjadi percontohan dalam pengembangan madrasah. Terbaru, Yayasan Al Munir Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin Sugihwaras, Bojonegoro, melakukan Studi Tiru ke madrasah yang terkenal dengan sebutan Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, dan Nyaman (KEREN). Kamis, (12/2/2026) pagi tadi.

Sebanyak 44 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari Yayasan Al Munir Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Bojonegoro hadir untuk belajar sekaligus bertukar pengalaman dalam pengembangan mutu madrasah.

Rombongan dari “Kota Ledre” tersebut tiba pukul 08.00 WIB dan disambut langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari beserta jajaran pengurus, serta Kepala MTs Almaarif 01 Singosari bersama dewan guru.

Penyambutan berlangsung hangat, mencerminkan semangat ukhuwah dan sinergi antar lembaga pendidikan.

Agenda kunjungan diawali dengan menyaksikan pagelaran “Karya Keren Fest”, festival karya siswa yang menjadi puncak kegiatan kokurikuler bertema Kearifan Lokal. Festival ini menampilkan berbagai karya kreatif hasil pembelajaran berbasis proyek selama sepekan.

Siswa kelas VII menghadirkan Komik Cerita Rakyat, Poster edukatif, serta Film Dokumenter yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Sementara itu, siswa kelas VIII memukau hadirin melalui Drama Musikal, Drama Kolosal, dan Drama Kontemporer yang dikemas atraktif dan sarat pesan karakter.

“Alhamdulilah, para tamu tampak antusias mengikuti setiap penampilan. Kreativitas, keberanian tampil, serta kemampuan kolaborasi siswa kami menjadi daya tarik tersendiri yang menuai apresiasi,” ujar Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd.

Kemudian, kegiatan dilanjut dengan room tour, mengunjungi berbagai ruang pembelajaran dan fasilitas penunjang di lingkungan madrasah.

Dalam sesi ini, rombongan tidak hanya melihat sistem pengelolaan sarana prasarana, tetapi juga menyaksikan langsung budaya disiplin dan kebersihan yang terjaga dengan baik.

Lingkungan madrasah yang bersih, tertata rapi, serta nyaman menjadi salah satu perhatian khusus para tamu. Area kelas, halaman, hingga sudut-sudut madrasah tampak terawat, mencerminkan komitmen kuat terhadap budaya peduli lingkungan. Sesi sharing best practice menjadi penutup rangkaian kegiatan.

“Diskusi berlangsung guyub dan produktif, membahas berbagai program unggulan serta strategi pengembangan madrasah. Semoga hasil ini bisa dijadikan referensi bagi MTs Walisongo Yayasan Al Munir Bojonegoro,” imbuh Palupi.

Palupi juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang terus diberikan berbagai lembaga kepada madrasah yang dipimpinnya.

Ia menuturkan bahwa MTs Almaarif 01 Singosari kerap menjadi tujuan kunjungan studi tiru dari berbagai madrasah yang ingin menjalin silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman dalam pengembangan kelembagaan.

Bahkan, lima hari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (7/2/2026), madrasah ini juga menerima kunjungan dari Yayasan Al Asyhar Gresik dengan agenda serupa, yakni berbagi praktik baik dan memperkuat program-program pendidikan.

“Bagi kami, setiap kunjungan adalah kehormatan sekaligus ruang belajar bersama. Kami tidak merasa sebagai pihak yang paling baik, tetapi kami percaya bahwa kemajuan madrasah lahir dari budaya saling berbagi dan saling menguatkan. Ketika ada yang berkunjung, sejatinya kami juga sedang belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semakin sering madrasah saling membuka diri melalui studi tiru, semakin kuat pula jejaring kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan semangat kekeluargaan antar lembaga.

“Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti hari ini saja. Semoga apa yang baik bisa diadaptasi, dan kami pun terbuka untuk terus berdiskusi serta bertukar pengalaman. Pada akhirnya, tujuan kita sama: menghadirkan madrasah yang maju, berkarakter, dan memberi manfaat luas bagi umat,” tutupnya hangat.

Ketua rombongan Yayasan Al Munir, Choirul Ichwan, S.Pd, menyampaikan kesan positifnya atas kunjungan tersebut. Ia menyampaikan terimakasih kepada MTs Almaarif 01 Singosari yang menyambut hangat kehadiran rombongannya.

“Kami sangat terinspirasi dengan inovasi pembelajaran berbasis proyek yang ditampilkan dalam Karya Keren Fest. Ini membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan karya yang kreatif, kontekstual, dan berkarakter,” ujarnya

Ia juga menyampaikan, sangat terkesan dengan kebersihan dan kerapian lingkungan madrasah yang begitu terjaga. Budaya bersih ini terasa hidup dan menjadi bagian dari karakter warga madrasah.

“Insyaallah, praktik baik ini akan kami adaptasi dan kembangkan di MTs Walisongo,” imbuhnya.

Kunjungan yang berakhir pada pukul 13.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar madrasah.

Lebih dari sekadar studi tiru, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk terus berinovasi, menjaga mutu, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. (*)

Berita Terkini

SMP Kartika IV-9 Malang Gelar Try Out TKA Digital, 462 Siswa SD Ikut Uji Potensi Akademik

IDEA JATIM, MALANG - Transformasi digital di dunia pendidikan...

PB De Stadion Kota Batu; Sukses Gelar Turnamen Bulutangkis Malang Open 2026

IDEA JATIM, BATU - PB De Stadion Kota Batu...

Pelantikan BWI Kota Batu; Wali Kota Batu Tekankan Peran Wakaf dalam Pembangunan Sosial Ekonomi Daerah

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu Nurochman menegaskan...

Manfaatkan Sosmed,  Gondol Brankas Isi Emas Diamankan

KOTA BATU – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu...
spot_img