IDEA JATIM, MALANG – Suasana hangat dan sarat makna menyelimuti Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada Selasa (31/3). Perayaan Halalbihalal Idulfitri 1447 H kali ini terasa istimewa dengan kehadiran para purnatugas dalam jumlah besar. Kehadiran para senior ini seolah meneguhkan pesan kuat bahwa meski masa pengabdian formal telah berakhir, ikatan kekeluargaan di kampus biru ini tetap abadi dan tak lekang oleh waktu.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya mengajak seluruh sivitas akademika untuk sejenak melakukan refleksi diri. Di tengah kepungan arus digitalisasi dan tuntutan riset yang kian kompleks, ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan kecerdasan emosional.
”Kita mungkin merasa lelah dengan tekanan kerja yang luar biasa. Karena itu, kita butuh budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada target, tapi juga pada nilai kemanusiaan dan empati. Saatnya bergerak bersama dengan semangat gotong royong,” ujar Awan dengan nada optimis.
Senada dengan Rektor, Ketua P2PUTN Malang, Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., mengingatkan bahwa esensi Ramadan adalah pendidikan batin yang harus diimplementasikan dalam dunia kerja. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari dosen hingga mitra perbankan, untuk membuang jauh sifat iri dan dengki demi menjaga keberlanjutan serta stabilitas institusi.
Momentum ini juga diisi dengan aksi sosial nyata. ITN Malang menyalurkan tali asih kepada 17 penerima yang terdiri dari para purnatugas, janda karyawan, staf yang sedang sakit, hingga santunan untuk Panti Asuhan Yasibu dan Mizan Amanah.
Ketua Panitia, Dr. Ir. Nanik Astuti Rahman, ST. MT. IPM., menjelaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pengingat agar mereka yang telah berjasa tidak pernah merasa dilupakan oleh almamater.
”Ini adalah cara kami mempererat kasih sayang agar bantuan merata sesuai kebutuhan. Kami ingin memastikan silaturahmi ini tetap terjaga dengan tulus dan menyentuh semua lapisan,” tutur Nanik.
Acara mencapai puncaknya saat KH. Dr. Zainur Rozikin, MM., atau yang akrab disapa Ustadz Zain, memberikan tausiyah. Penceramah kondang ini mengingatkan bahwa Halalbihalal adalah tradisi luhur bangsa untuk menyambung kembali tali kasih sayang yang mungkin sempat retak akibat kesibukan sehari-hari.
Ustadz Zain menekankan pentingnya menjaga “Nilai Syawal” sebagai momentum peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
”Syawal berarti peningkatan. Meningkat etos kerjanya, meningkat ketakwaannya, dan meningkat kekompakannya. Jangan sampai kita menjadi orang yang ‘bangkrut’ di akhirat karena pahala habis tergerus oleh perilaku buruk kepada sesama manusia di dunia,” pesan Ustadz Zain dengan khidmat.
Melalui momentum Halalbihalal ini, ITN Malang membuktikan bahwa di tengah persaingan perguruan tinggi yang makin ketat, kekuatan utamanya justru terletak pada kesatuan hati dan solidaritas lintas generasi yang tetap terjaga dengan sangat harmonis. (*)




