Minggu, 15 Februari, 2026

Mahasiswa UMM Jadi ‘Pelita’ Pendidikan Anak PMI di Malaysia

IDEA JATIM, MALAYSIA – Keterbatasan akses pendidikan dan kurangnya tenaga pendidik di wilayah Bukit Jambul, Pulau Pinang, tidak lantas memadamkan binar rupa anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Di tengah tantangan biaya sekolah lokal dan sekat bahasa, hadir empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membawa misi besar: menyalakan kembali harapan lewat jalur KKN Internasional.

​Sejak 21 Januari hingga akhir Februari 2026, tim pengabdian ini mendedikasikan diri di Sanggar Belajar setempat. Tempat sederhana ini menjadi tumpuan utama bagi anak-anak Indonesia di Penang yang sering kali terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

​Kondisi di lapangan sempat memicu rasa haru bagi para mahasiswa. Aina Zuzaila, salah satu anggota tim KKN, menceritakan bagaimana kontrasnya jumlah pengajar dengan antusiasme siswa yang membeludak.
​“Jujur kami sedih melihat pengajarnya sangat sedikit, sementara anak-anaknya sangat banyak. Namun, melihat semangat mereka dan bagaimana para orang tua menanti kehadiran kami, rasanya sangat mengharukan. Kami merasa benar-benar bermanfaat di sini,” ungkap Aina (12/2).

​Tak ingin sekadar menggugurkan kewajiban, para mahasiswa meramu metode belajar yang adaptif. Materi dasar seperti calistung (baca, tulis, hitung) dikemas dalam bentuk permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga pembelajaran visual. Tujuannya satu: memastikan anak-anak tetap berani bermimpi meski tidak berada di bangku sekolah formal.

​Perjalanan di Malaysia ini bukan sekadar urusan papan tulis dan kapur. Para mahasiswa juga memperluas cakrawala internasional mereka melalui kolaborasi dengan Permai Pineng dan interaksi akademik di Universiti Sains Malaysia (USM). Mereka berdiskusi dengan para akademisi hingga tokoh daerah mengenai isu migrasi dan dinamika sosial lintas negara.

​Menariknya, hambatan budaya justru mencair berkat keramahan warga lokal. Kedekatan emosional antara mahasiswa dan komunitas PMI begitu kental, hingga para orang tua murid memberikan kejutan perayaan ulang tahun bagi salah satu mahasiswa sebagai bentuk syukur atas dedikasi mereka.

​Membentuk Karakter Pemimpin Global
​Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Arina Restian, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi. Baginya, program ini adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah empati dan kompetensi global.
​“Mahasiswa tidak hanya mengajar, mereka belajar tentang kepemimpinan dan adaptasi di lingkungan internasional. Ini bekal krusial untuk menjadi agen perubahan di masa depan,” ujar Dr. Arina. Ia juga berharap program ini terus berlanjut ke berbagai kantong PMI di negara lain agar kontribusi perguruan tinggi semakin nyata secara global.

​Melalui aksi nyata ini, mahasiswa UMM membuktikan bahwa pengabdian tidak mengenal batas teritorial. Di Bukit Jambul, mereka bukan sekadar pengajar, melainkan penyambung rantai cita-cita generasi muda Indonesia yang tengah merantau. (*)

Berita Terkini

Wali Kota Batu Komitmen Berkelanjutan Berantas Narkoba; Diganjar Penghargaan dari BNN RI

IDEA JATIM, SURABAYA – Wali Kota Batu, Nurochman,...

Melawan Budaya “Instan”, Kolektif Simpullapan Hadirkan Kedalaman Lewat ‘setengah Rindu’

IDEA JATIM, BATU – Di tengah gempuran konten visual...

Pasar Murah Ramadan Kota Pasuruan Diserbu Warga, Beras Hanya Rp50 Ribu

IDEA JATIM, KOTA PASURUAN - Menjelang bulan suci Ramadan,...

Wali Kota Batu Mutasi Besar-Besaran; Total 137 Pejabat Eselon III dan IV

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, melantik...
spot_img