Lulusan STIE Malangkucecwara Diminati Pasar Kerja Jepang, Kepala KUI Ungkap Rahasia Ketangkasan Mahasiswa di Kancah Global

IDEA JATIM, ​MALANG – Program internasionalisasi yang konsisten dijalankan STIE Malangkucecwara (ABM) terbukti membuahkan hasil signifikan bagi daya saing lulusannya di pasar kerja global. Hal ini ditegaskan dalam acara penerimaan kembali mahasiswa dari Jepang sekaligus pelepasan angkatan baru untuk program magang selama satu tahun ke depan. Acara berlangsung Selasa (3/2) kemarin.

​Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkucecwara, Ir. Dwi Nita Aryani, MM., Ph.D, menjelaskan bahwa sinergi antara dunia akademik dan industri internasional telah dibangun melalui kemitraan strategis dengan Kanda University Jepang sejak 2015 untuk program pertukaran pelajar.

Selain aspek akademis, sejak tahun 2020 kampus juga aktif mengirimkan mahasiswa untuk menjalani internship atau magang kerja di berbagai sektor prestisius, mulai dari industri perhotelan hingga manufaktur suku cadang otomotif seperti Toyota.

​Dwi Nita menekankan bahwa dampak terbesar dari program satu tahun di luar negeri ini adalah
terbentuknya agility atau ketangkasan mahasiswa dalam beradaptasi dengan budaya kerja yang disiplin. Mahasiswa tidak hanya pulang membawa kemampuan bahasa yang lebih baik, tetapi juga memiliki mentalitas penyelesaian masalah yang tangguh serta etos kerja aplikatif yang didapat langsung dari lapangan.
​”Dari hasil pengalaman mereka setelah berangkat ke Jepang dan kembali ke Indonesia, yang pertama tentu mereka memiliki agility. Jadi kemampuan yang lebih baik dalam bertahan, dalam menyelesaikan masalah, kemudian dia bisa menempatkan diri pada sesuatu hal yang baru dan cepat beradaptasi,” ujar Dwi Nita.

​Kedisiplinan dan attitude yang terbentuk selama di Jepang menjadi nilai tambah utama yang membuat mereka sangat diminati oleh perusahaan, baik di dalam negeri maupun di Jepang sendiri. Berdasarkan data evaluasi, banyak alumni program ini yang langsung terserap di pasar kerja Indonesia dengan cepat, sementara sebagian lainnya memilih untuk kembali dan meniti karier profesional secara permanen di Jepang.
​”Setelah mereka pulang itu, ada yang kembali ke Jepang untuk bekerja di sana. Ada juga yang mereka cepat mendapatkan pekerjaan, tidak di Jepang tapi di Indonesia,” tambahnya.

​Keberhasilan ini tidak lepas dari peran kampus yang terus memperketat standar persiapan, terutama dalam penguatan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya sebelum mahasiswa diberangkatkan. Dengan persiapan yang lebih matang, diharapkan mahasiswa dapat meminimalisir kendala komunikasi dan tampil lebih maksimal saat mewakili kampus di perusahaan-perusahaan internasional.
​”Bahasa Jepangnya harus ditingkatkan lagi. Dengan pengalaman mereka, oh kita harus menambahkan ini, kualitasnya ini, persiapan yang lainnya juga semakin meningkat sehingga tidak banyak kesalahan atau kelemahan yang dihadapi oleh mahasiswa,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Longsor Tutup Total Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo KM 16, Arus Lalin Dialihkan

IDEA JATIM, TRENGGALEK – Tanah longsor menutup total ruas...

Wali Kota Nurochman Apresiasi Baznas Kota Batu Tuntaskan Pentasyarufan 1.057 Penerima Manfaat

IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, bersama...

Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wali Kota Batu Tinjau Gerakan Pangan Murah di Bulukerto

IDEA JATIM, BATU – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026,...

Kemenag Kabupaten Malang Gelar Pembinaan dan Monev BOS, 25 Madrasah di Singosari Didorong Transparan dan Profesional

IDEA JATIM, MALANG – Kementerian Agama Kabupaten Malang terus...
spot_img