Minggu, 15 Februari, 2026

Lebih dari Sekadar Sekolah: SD Anak Saleh Tegaskan Misi “Pejuang Surga” di Usia ke-21

IDEA JATIM, MALANG – Di tengah arus pendidikan modern yang seringkali hanya mengejar angka, SD Anak Saleh (SD AS) justru memilih jalan yang lebih mendalam pada perayaan Milad ke-21 mereka. Mengambil momentum “Selikur”, sekolah ini membedah filosofi pendidikan yang mengakar pada nilai kepedulian dan spiritualitas yang tak tergoyahkan.

Hal itu disampaikan ​Kepala SD Anak Saleh, Andreas Setiyono, S.Pd., Gr., M.Kom, saat membuka acara Smart Parenting, di Aula FILKOM Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (14/2) hari ini. Dia memberikan orasi yang menggugah nurani para orang tua dan pendidik. Baginya, angka 21 bukan sekadar statistik pertumbuhan, melainkan manifestasi dari janji suci sekolah kepada para wali murid.

​Andre dengan tajam mendefinisikan “SELIKUR” (Selalu Peduli dan Bersyukur) sebagai dua pilar utama penyangga karakter siswa:

  1. ​Peduli sebagai Oase : Keberadaan setiap individu di SD Anak Saleh diwajibkan menjadi penyejuk bagi sesama di tengah gersangnya nilai kemanusiaan saat ini.
  2. ​Syukur sebagai Jangkar : Sebuah pengingat keras agar setiap pencapaian tidak membuat manusia lupa daratan, melainkan tetap membumi pada setiap rintangan yang mendewasakan.

    ​Narasi tajam juga diarahkan pada penguatan internal keluarga. Andre membedah angka 21 menjadi sebuah rumus tanggung jawab :

​Dua Peran Wanita: Menuntut para ibu untuk tidak hanya menjadi pendamping, tapi menjadi sosok yang “berseri” bagi suami dan “berilmu” bagi anak-anaknya.

​Satu Peran Pria : Menegaskan kewajiban ayah untuk hadir bukan sekadar sebagai pencari nafkah, melainkan sebagai “penyejuk jiwa” yang menenangkan badai dalam rumah tangga.

​Puncak dari narasi milad ini adalah penegasan identitas para pengajar. Di saat dunia luar mengagungkan gelar “pejuang rupiah” atau “pejuang nafkah”, para Ustaz dan Ustazah di SD Anak Saleh secara berani memproklamirkan diri sebagai “Pejuang Surga”.

​”Kami membawa amanah besar. Visi kami bukan sekadar sukses sementara di dunia, melainkan SD AS (Sukses Dunia Akhirat Selamanya). Ini adalah perjalanan panjang yang tidak mudah, namun harus kami tuntaskan,” tegas Andre dengan penuh keyakinan.

​Dengan sinergi dari Yayasan, Komite, hingga Forkel, perayaan ini menjadi titik balik bagi SD Anak Saleh untuk terus melampaui standar pendidikan konvensional demi menjaga masa depan spiritual anak bangsa. (*)

Berita Terkini

Wali Kota Batu Komitmen Berkelanjutan Berantas Narkoba; Diganjar Penghargaan dari BNN RI

IDEA JATIM, SURABAYA – Wali Kota Batu, Nurochman,...

Melawan Budaya “Instan”, Kolektif Simpullapan Hadirkan Kedalaman Lewat ‘setengah Rindu’

IDEA JATIM, BATU – Di tengah gempuran konten visual...

Pasar Murah Ramadan Kota Pasuruan Diserbu Warga, Beras Hanya Rp50 Ribu

IDEA JATIM, KOTA PASURUAN - Menjelang bulan suci Ramadan,...

Mahasiswa UMM Jadi ‘Pelita’ Pendidikan Anak PMI di Malaysia

IDEA JATIM, MALAYSIA – Keterbatasan akses pendidikan dan kurangnya...
spot_img