IDEAJATIM.ID, MALANG – Ratusan siswa MAN Kota Batu melakukan kunjungan edukatif ke Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di Gedung Nusantara V, Senayan, Rabu, (8/4/2026).

Kehadiran siswa MAN Kota Batu tersebut untuk mengenal langsung sistem ketatanegaraan sekaligus menumbuhkan semangat menjadi bagian dari masa depan demokrasi Indonesia.
Kegiatan diawali dengan pemaparan sejarah gedung parlemen yang telah berdiri sejak 1965. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai ruang sidang utama yang menjadi pusat pengambilan keputusan negara, hingga peran strategis lembaga legislatif dalam menjaga demokrasi.
Rombongan disambut hangat oleh perwakilan MPR RI, termasuk Kasubag Media Visual, M. Kurnia, yang memperkenalkan aktivitas serta fungsi lembaga tersebut.
Suasana edukatif terasa semakin menarik ketika siswa diajak memahami bagaimana aspirasi rakyat diperjuangkan melalui lembaga negara.
Kepala MAN Kota Batu, Drs. H. Farhadi, M.Si menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi, melainkan bagian dari proses membangun mimpi besar siswa.
Ia menyampaikan bahwa ada dua jalan untuk hadir di gedung parlemen, yakni sebagai tamu undangan atau sebagai wakil rakyat pilihan masyarakat.
Menurutnya, kunjungan ini, MAN Kota Batu tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Dari ruang sidang inilah, mimpi-mimpi itu mulai menemukan arahnya.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi suatu saat kembali ke sini sebagai wakil rakyat,” ujarnya penuh harap.
Momen inspiratif semakin kuat saat Anggota DPR/MPR RI dari Dapil Malang Raya, Hasanuddin Wahid, hadir menyapa siswa. Politisi yang akrab disapa Cak Udin itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan MAN Kota Batu.
Ia menekankan bahwa kunjungan ini memiliki tiga makna penting: belajar, menjalin silaturahmi, dan membangun sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara. Menurutnya, pengalaman langsung seperti ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami demokrasi secara nyata.
“Kalau ingin menyampaikan aspirasi dan ikut membangun bangsa, di sinilah tempatnya. Ini rumah rakyat,” tegasnya.
Suasana pun semakin cair ketika sesi kuis interaktif digelar. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan, bahkan sesekali diselingi candaan yang menciptakan kehangatan. (*)




