IDEA JATIM, MALANG – Anak TK jadi pembicara konferensi. Di depan orang tuanya sendiri. Di depan gurunya.
Itulah yang terjadi di TK Islam Sabilillah Malang 1. Selama Januari hingga Februari kemarin. Nama programnya mentereng: Little Leader Conference (LLC). Tapi jangan bayangkan konferensi yang kaku dengan jas dan dasi. Ini konferensi hati.
Satu anak diberi waktu 20 menit. Mereka tampil sebagai narasumber utama. Wali kelasnya? Hanya jadi moderator. Ayah dan bundanya? Jadi pendengar setia di barisan depan.
Ada yang pamer kemahiran main musik. Ada yang cas-cis-cus bahasa Inggris lewat buku Cambridge. Mereka membawa portofolio. Isinya bukan laporan keuangan, tapi progres belajar mereka sendiri.
Kepala TK Islam Sabilillah Malang 1, Kurnia Islamiyah, M.Pd—akrab dipanggil Nia—tersenyum bangga. Bagi Nia, LLC ini bukan sekadar presentasi. “Ini ajang unjuk keberanian. Anak yang memimpin diskusi, bukan kita,” katanya.
Menariknya, ada sesi hands-on. Si anak mengajak orang tuanya bermain. Menggunakan alat peraga edukatif. Di situlah bonding terjadi. Setelah itu, baru guru dan orang tua bicara serius soal visi pendidikan.
Hasilnya? Banyak orang tua yang kagum pada program ini. Mereka tidak menyangka, buah hatinya yang masih kecil sudah berani tampil begitu rupa.
Karakter pemimpin memang tidak bisa tumbuh mendadak. Harus dipupuk. Sejak TK. Di Sabilillah, mereka sudah memulainya. Lewat panggung-panggung kecil yang penuh makna. (*)




