Jumat, 30 Januari, 2026

Ketua Dewan Pembina YP Almaarif Singosari, KH. M. Asj’ari Sarbani, Wafat di Usia 84 Tahun

Dedikasi 40 Tahun untuk YP Almaarif Singosari

IDEA JATIM, MALANG – Keluarga besar Yayasan Pendidikan (YP) Almaarif Singosari berduka cita atas wafatnya Ketua Dewan Pembina, KH. M. Asj’ari Sarbani, S.H, pada usia 84 tahun, Jumat (9/1/2026) pukul 05.21 WIB.


Kabar duka tersebut menyelimuti seluruh keluarga besar YP Almaarif Singosari serta masyarakat Singosari dan sekitarnya.

Ketua dewan


Sejak pagi, ratusan pentakziyah dari kalangan siswa, guru, keluarga besar yayasan, hingga masyarakat umum memadati kediaman almarhum yang berada di Jalan Masjid, Singosari, Kabupaten Malang.


KH. M. Asj’ari Sarbani dikenal sebagai sosok ulama, pendidik, sekaligus tokoh yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

Ketua dewan


Di YP Almaarif Singosari, beliau mulai mengabdi sebagai pengajar di Madrasah Aliyah (MA) Almaarif Singosari sejak tahun 1984.
Tepat selama 40 tahun, almarhum mendedikasikan hidupnya untuk membangun dan membimbing lembaga pendidikan tersebut. Selama pengabdiannya, beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, figur orang tua, sekaligus guru yang menjadi teladan bagi banyak generasi.


Ketua YP Almaarif Singosari, KH. Anas Noor, S.H., M.H, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya tokoh dan ulama besar tersebut.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok paling senior di lingkungan yayasan dan sangat aktif memberikan arahan, meskipun menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
“Beliau sangat aktif hadir di tengah-tengah yayasan, memberi petunjuk dan nasihat dalam menjalankan pendidikan. Amal jariyah beliau insya Allah menjadi ladang pahala dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ujar Gus Anas.


Jenazah almarhum disalatkan di Masjid Besar Hizbullah Singosari setelah salat Jumat. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan ke Seblak, Jombang, untuk dimakamkan di pemakaman keluarga Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang.


Tampak hadir dari sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Maskuri, Direktur Pascasarjana Unisma Prof. Mas’ud Said, serta para tokoh Nahdlatul Ulama’ lainnya.
Selain menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina YP Almaarif Singosari, almarhum juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus perintis Yayasan LPM Walisongo di Gempol, Kabupaten Pasuruan.


Hal senada disampaikan putra kedua almarhum, Muhammad Hasyim. Ia mengaku bersyukur memiliki ayah yang memegang teguh kebenaran dan prinsip kejujuran.
Bahkan, saat sakit, almarhum berpesan dengan bahasa simbolis kepada anak-anaknya dengan kalimat, “Ojo ketempelan wesi,” yang bermakna agar menjauhi barang haram, syubhat, dan hal-hal yang membahayakan.
“Beliau adalah sosok pejuang. Kami bersyukur memiliki ayah yang luar biasa,” pungkasnya. (red).

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img