Jurus SD Islam Sabilillah Malang 2 Mengetuk Pintu Langit

IDEA JATIM, ​MALANG – Di sekolah, anak-anak kita diajari banyak ilmu. Penting? Sangat penting. Tanpa itu, mereka tidak punya bekal logika. Tapi di SD Islam Sabilillah Malang 2, ada kurikulum yang tidak tertulis di buku paket. Namanya: Empati.

​Empati tidak bisa dihafal. Tidak bisa hanya dibayangkan di depan papan tulis. Empati harus dipraktikkan. Harus dirasakan. Caranya? Dengan cara yang paling sederhana namun paling sulit: Berbagi.

Selasa (​10/3) lalu, suasana di sekolah itu berbeda. Tidak ada ketegangan ujian. Yang ada adalah kesibukan yang membahagiakan. Semangat itu tumpah ruah di sela-sela Pondok Ramadan. Siswa dan guru SD Islam Sabilillah Malang 2 melakukan aksi sosial.
​Motornya adalah kolaborasi. Antara sekolah dan orang tua yang dimotori Majelis Orang Tua Siswa (MOS).

​Uud Padwati, salah satu pengurus MOS di sana, terlihat sumringah. Wajahnya cerah. Beliau sendiri tidak menyangka. Awalnya mungkin hanya target biasa. Tapi begitu “keran” donasi dibuka, antusiasme wali murid meledak. Luar biasa. Dukungan mereka meluncur deras melampaui ekspektasi awal. Padahal, waktu koordinasinya sangat singkat. Pendek sekali. ​”Dukungan mereka benar-benar di luar dugaan,” kata Uud, syukur tak henti diucap.

​Hasilnya nyata. Bukan kaleng-kaleng. Tim MOS berhasil mengumpulkan sekitar 500 paket takjil. Isinya lengkap: dari makanan ringan untuk membatalkan puasa, hingga nasi kotak yang mengenyangkan. Termasuk juga minuman. Lengkap.

​Tapi MOS tidak mau berhenti di urusan berbuka puasa. Mereka bergerak lebih jauh. Terkumpullah lagi 350 paket santunan. Rinciannya rapi dan tepat sasaran: 100 paket dialokasikan khusus untuk panti asuhan. Sisanya, 250 paket, dibagikan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah.

​Isinya adalah sembako. Kebutuhan sehari-hari. Ada minyak goreng, gula pasir, mi instan, hingga teh. Barang-barang yang mungkin bagi kita biasa, tapi bagi mereka yang sedang kesulitan, itu adalah berkah yang luar biasa di bulan suci ini.

​Sabtu, 14 Maret mendatang, aksi itu akan dimulai. Pengurus bergerak. Ada yang mengantar langsung ke panti, ada juga warga yang diundang datang ke sekolah. Di sana, siswa akan melihat langsung paket itu berpindah tangan. Mereka akan melihat senyum di wajah penerima. Inilah pelajaran yang sesungguhnya.

​Bagi Uud dan pihak sekolah, ini bukan soal pamer angka. Ini soal rasa.
​”Kami ingin mengasah empati anak-anak. Karakter ini jauh lebih penting daripada ilmu apa pun,” tegas Uud. Kalimat ini dalam. Sangat dalam. Pendidikan yang berhasil memang bukan hanya menghasilkan orang pintar, tapi orang yang peduli.

​Kegiatan ditutup dengan momen hangat. Buka puasa bersama. Seluruh pengurus MOS berkumpul. Di sana tidak ada lagi sekat. Semua lebur dalam kegembiraan. Capek? Pasti. Tapi lelah itu menguap saat melihat paket takjil sudah berpindah ke tangan yang tepat.

​Di SD Islam Sabilillah Malang 2, mereka tidak hanya berpuasa secara formalitas. Mereka sedang membangun jembatan persaudaraan. Lewat bagi takjil dan paket sembako itu, mereka tidak hanya mengetuk pintu rumah warga. Mereka sedang mengetuk pintu langit. (*)

Berita Terkini

Siswa MA Almaarif Singosari Raih Juara MTQ Surabaya, Cetak Generasi Cinta Alquran

IDEA JATIM, MALANG - Kesungguhan dalam mencintai Alquran mengantarkan...

Tingkatkan Daya Tawar Kerja, UB Gelar Drone Pilot Academy bagi Mahasiswa Disabilitas

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan...

Pemkot Pasuruan Siapkan Penataan PKL Alun-alun, Pedagang Akan Dipindah ke Eks Pasar Poncol

IDEA JATIM, KOTA PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan mulai...

Atletico Madrid Pesta Gol 5-2 atas Tottenham, Tiga Blunder Kiper Jadi Petaka

IDEA JATIM, OLAHRAGA - Atletico Madrid tampil ganas saat...
spot_img