Gempita Ramadan MIN 1 Kota Malang: Tebar Ribuan Takjil, Zakat hingga Inovasi Buku ‘Sahabat Ramadanku’

​IDEA JATIM, MALANG – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang kembali menyemarakkan bulan suci dengan agenda tahunan bertajuk Gempita Ramadan. Mengusung semangat kepedulian sosial, kegiatan ini fokus pada dua agenda utama : berbagi ribuan paket takjil gratis dan pentasarufan zakat fitrah bagi masyarakat yang membutuhkan.

​Ketua Panitia Gempita Ramadan MIN 1 Kota Malang, Imam Ghozali, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa dan wali murid tahun ini sangat luar biasa. Tercatat, sebanyak 6.000 paket takjil berhasil dikumpulkan dan didistribusikan selama dua hari terakhir menjelang penutupan kegiatan.

​”Hingga kemarin (Senin) sudah terkumpul sekitar 3.000 paket, dan hari ini sebagai hari terakhir pengumpulan, jumlahnya diperkirakan mencapai angka yang sama. Jadi, total ada sekitar 6.000 paket takjil yang kami bagikan kepada masyarakat,” ujar Imam Ghozali.

Ada yang berbeda pada pembagian takjil tahun ini. Jika biasanya sasaran utama adalah pengguna jalan secara umum di kawasan Jalan Bandung, kali ini panitia melakukan inovasi dengan menyasar awak dan penumpang bus Trans Jatim. Termasuk juga ribuan pengguna jalan Bandung, khususnya.

​”Kami berpikir tentang driver, pramugara, hingga penumpang Trans Jatim yang sedang dalam perjalanan saat Magrib. Mereka tentu tidak bisa berhenti sembarangan untuk mencari takjil. Itulah mengapa kami mengarahkan distribusi ke titik-titik halte mereka agar mereka tetap bisa berbuka tepat waktu,” jelasnya.

Selain takjil, MIN 1 Kota Malang juga mengelola zakat fitrah siswa yang mencapai tingkat partisipasi hingga 96 persen. Sebanyak 1.855 siswa terlibat dalam pengumpulan zakat berupa beras kemasan 3 kg. Menariknya, penyaluran zakat tahun ini dilakukan dengan sangat selektif dan berbasis data.

​”Prioritas utama kami adalah lingkungan sekitar madrasah dan keluarga siswa yang memang membutuhkan. Kami melakukan penelusuran melalui wali kelas dan Paguyuban Orang Tua Siswa agar penyaluran tepat sasaran tanpa menyinggung perasaan penerima,” tambah Imam.

Kegiatan Gempita Ramadan ini juga menjadi sarana implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui buku kontrol bertajuk “Sahabat Ramadanku: Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

​Buku ini memantau aktivitas ibadah dan sosial siswa sehari-hari, mulai dari salat fardu, tarawih, hingga tujuh kebiasaan positif seperti bangun pagi, membaca, olahraga, hingga makan makanan bergizi.

​”Buku ini bukan sekadar kontrol ibadah, tapi juga penguatan nilai sosial. Kami ingin anak-anak terbiasa beramal dan peduli sejak dini. Jadi, selain aspek religius, nilai kemanusiaan mereka juga terasah melalui praktik langsung berbagi takjil dan zakat ini,” tutup Imam Ghozali.

​Rangkaian Gempita Ramadan ini rencananya akan ditutup dengan kegiatan Halal Bihalal sebagai puncak silaturahmi seluruh keluarga besar madrasah. (*)

Berita Terkini

Unisma Berbagi Sembako: Cara Rektor Prof Junaidi Memuliakan Tetangga Kampus

IDEA JATIM, MALANG - ​Hati Unisma itu ada di...

Strategi I-PROGRES UNITRI Malang: Mengejar Target Kampus Unggul 2028

IDEA JATIM, ​MALANG – Ruang Sidang Universitas Tribhuwana Tunggadewi...

Pemkab Pasuruan Jajaki Pembiayaan PIP untuk Dorong UMKM dan Program MBG

IDEA JATIM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi...
spot_img