Rabu, 25 Februari, 2026

Gempita Ramadan 1447 H MIN 1 Kota Malang Perkuat Karakter Siswa dan Tujuh Kebiasaan Hebat

IDEA JATIM, MALANG – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang kembali menghidupkan suasana religi di lingkungan madrasah melalui rangkaian kegiatan “Gempita Ramadan”. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat karakter religius dan sosial siswa melalui implementasi tujuh kebiasaan positif yang dijalankan sejak awal bulan suci.

​Senin (23/2) lalu, telah dimulai Pondok Ramadan sebagai rangkaian dari agenda Gempita Ramadan 1447 H. Ditandai secara simbolis dengan pemukulan beduk oleh Kepala Madrasah di serambi Masjid MIN 1 Kota Malang. Program ini tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, namun merupakan turunan kreatif dari amanat Menteri Pendidikan yang diadaptasi ke dalam kurikulum madrasah.

​Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, S.Ag., M.Pd, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah tema “Melalui Bulan Ramadan Kita Perkuat Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Untuk mendukung hal tersebut, pihak madrasah meluncurkan buku panduan khusus bernama Sahabat Ramadan sebagai instrumen pemantauan siswa.
​”Melalui buku ini, kita memantau kebiasaan anak-anak mulai dari bangun pagi, ibadah harian, hingga tetap semangat belajar dan berolahraga ringan meski sedang berpuasa,” ujar Siti Aisah di sela-sela pembukaan acara.

​Siti Aisah mengungkapkan bahwa MIN 1 Kota Malang menerapkan sistem Pondok Ramadan Tipe B, khususnya bagi siswa kelas atas yaitu kelas 4, 5, dan 6. Dalam sistem ini, siswa mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari hingga berbuka puasa, yang kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah di madrasah.
​”Kami ingin menciptakan momentum bagi anak-anak untuk memperbaiki diri. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) dan hubungan antar sesama manusia (Hablum Minannas),” terangnya.

​Untuk menjaga kenyamanan dan efektivitas fasilitas, pihak madrasah mengatur jadwal kehadiran secara bergantian. Hari Senin diperuntukkan bagi Kelas 1 dan 4, Selasa untuk Kelas 2 dan 5, serta Rabu bagi Kelas 3 dan 6. Selama kegiatan berlangsung, materi kurikulum umum tetap berjalan namun dengan penyesuaian durasi waktu belajar yang dikurangi 5 menit per jam pelajaran.

​Kegiatan Gempita Ramadan ini mencakup berbagai agenda komprehensif, mulai dari Tarhib atau Iftitahu Ramadan untuk menyambut bulan suci, Kirab Ramadan berupa pawai syiar, hingga Pondok Ramadan untuk pendalaman materi agama. Selain itu, terdapat aksi sosial pembagian takjil untuk mengasah kepedulian sesama dan diakhiri dengan pengelolaan Zakat Fitrah menjelang Idul Fitri.

​Melalui integrasi berbagai kegiatan ini, Siti Aisah berharap lulusan MIN 1 Kota Malang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh serta kebiasaan positif yang terus terbawa hingga mereka dewasa nanti. (*)

Berita Terkini

Anggaran KIP Kuliah 2024 Terus Meningkat, Pemerintah Jamin Akses Pendidikan Tinggi Tetap Terjaga

IDEA JATIM, ​MALANG – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,...

Hujan Deras Guyur Kota Batu, Atap Rumah Warga di Desa Beji Ambruk

IDEA JATIM, BATU – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah...
spot_img