IDEA JATIM, MALANG – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Al-Huda Universitas Merdeka (Unmer) Malang pada Jumat (6/3) sore ini. Bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 H, Unmer Malang tidak hanya menggelar ritual doa, tetapi juga menghadirkan wajah agama yang humanis melalui kolaborasi nyata antara ibadah ritual dan aksi sosial.
​Penanggung jawab acara sekaligus Ketua Takmir Masjid Al-Huda, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag, menegaskan bahwa peringatan tahun ini memiliki misi besar untuk mengimplementasikan nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini kolaborasi dengan Humas Unmer. Serta menggandeng beberapa mitra. Antara lain Baznas, PMI, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). “Acara kita kali ini menyasar dua aspek utama manusia kesehatan fisik dan kesejahteraan sosial,”ucap Prof Kasuwi.
​
​Dalam penjelasannya, Prof. Kasuwi mengutip esensi Al-Qur’an sebagai Syifa (penawar atau obat) dan Rahmah (rahmat) bagi semesta alam. Implementasi Syifa diwujudkan melalui aksi donor darah bekerjasama dengan PMI, sementara dimensi Rahmah terpancar dari santunan kepada 25 anak yatim dan dhuafa.
​”Kegiatan Nuzulul Qur’an kali ini tidak hanya narasi, tapi kita pada aplikasi, kaitannya dengan kesehatan dan santunan. Qur’an diturunkan sebetulnya adalah Syifa dan Rahmah. Syifa itu pengobatan, maka kami kolaborasi dengan PMI. Rahmah itu memberikan rahmat, maka kami berikan santunan,” ujar Prof. Kasuwi di sela acara.
Dia mengungkapkan, ​setiap anak yatim menerima paket bantuan berupa tas sekolah dan uang tunai dengan nilai total Rp400.000 per anak dari Baznas. “Sekali lagi, kami tidak hanya narasi, tapi kami aksi. Ada santunan dan kesehatan karena itulah tujuan utama Al-Qur’an,” tegasnya.
Sementara Nuzulul Quran berlangsung, kegiatan sosial juga berlangsung di sekitar Masjid Al-Huda Unmer. Puluhan masyarakat terlihat antusias mengikuti kegiatan cek kehidupan gratis dan donor darah. (*)



