IDEA JATIM, MALANG – Merayakan kemenangan Idul Fitri 1447 H sekaligus menyongsong usia perak, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menggelar Halal Bihalal dan Refleksi Menuju 25 Tahun Kampus di GOR UNITRI, Sabtu (28/3). Mengusung tema “Sinergi Dalam Harmoni: Meneguhkan Kekeluargaan, Memperkuat Profesionalisme UNITRI dalam Keberagaman”, acara ini menjadi momentum krusial untuk mempertegas jati diri universitas di tengah perubahan zaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Yayasan Bina Patria Nusantara, di antaranya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno (Ketua Dewan Pembina), Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo (Ketua Dewan Pengurus), serta Dr. Ir. Sumarno, MMA., IPM (Ketua Harian). Turut mendampingi Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, SE., M.Com., Ph.D, beserta seluruh sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Rektor UNITRI Prof. Dodi Wirawan Irawanto menegaskan bahwa Idul Fitri adalah lembaran baru untuk meraih masa depan kampus yang lebih berkualitas. Dia menyoroti perjalanan UNITRI yang kini telah mencapai usia seperempat abad. “Dua puluh lima tahun bukan waktu yang sedikit. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk merefleksikan ke depan agar lebih berkomitmen dalam mengabdi pada pendidikan kerakyatan,” ujarnya di hadapan para dosen dan staf.
Prof. Dodi juga mengingatkan bahwa UNITRI memiliki akar yang kuat pada nilai-nilai perjuangan. “Kita membangun universitas ini bukan semata-mata karena ambisi akademik, tetapi karena komitmen. Pendidikan Kerakyatan adalah ideologi bagi seluruh insan UNITRI yang menjadikan pendidikan sebagai alat pemberdayaan rakyat, membuka akses seluas-luasnya bagi anak bangsa, terutama mereka yang selama ini kurang beruntung,” tegasnya penuh inspirasi.
Senada dengan visi tersebut, Ketua Harian Yayasan Bina Patria Nusantara, Dr. Ir. Sumarno, MMA., IPM, memberikan penguatan melalui tiga pesan spiritual Ramadan sebagai motor penggerak kinerja. Beliau menekankan pentingnya niat dan pengendalian diri dalam bekerja. “Dari niat akan tumbuh tekad yang kuat. Dalam menjalankan tugas, kita harus mampu mengendalikan emosi dan berpikir realistis. Dengan begitu, UNITRI akan semakin maju,” jelas Dr. Ir. Sumarno.
Selain aspek profesionalisme, dia juga menyoroti pentingnya empati dan kekuatan memaafkan sebagai fondasi organisasi yang tangguh. “Sikap memaafkan mencerminkan pribadi yang kuat dan objektif untuk menghindari konflik sosial. Dengan memaafkan, kebersamaan kita akan semakin kuat. Kebersamaan inilah yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan UNITRI ke depan,” pungkasnya menutup arahan.
Melalui sinergi yang harmonis, UNITRI optimis melangkah menuju usia 25 tahun dengan semangat profesionalisme yang berakar pada kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. (*)



