Gebrakan Sekolah Sukma Malang: Gandeng ISJ, Cetak “Detektif” Mental Cegah Bullying

IDEA JATIM, ​MALANG – Sekolah Sukma Kota Malang kembali melakukan aksi nyata yang mencuri perhatian publik. Setelah sukses memproduksi film anti-bullying berjudul Sayap Garuda, kini mereka meluncurkan program revolusioner. Sekolah ini menggandeng Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) untuk mewujudkan visi Sekolah Ramah Anak secara konkret. Langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam memutus rantai perundungan yang masih sering terjadi di dunia pendidikan.

​Sekolah Sukma kini memposisikan diri sebagai pionir penolong pertama bagi murid, baik bagi korban maupun pelaku perundungan. Selama dua hari penuh, tepatnya pada 1 hingga 2 April 2026, atmosfer sekolah berubah menjadi pusat pelatihan intensif. Agenda besar ini mengusung tema “BERANI BERSAMA SEKOLAH SUKMA, STOP BULLYING SEKARANG JUGA”.

​Pada hari pertama, fokus utama adalah pembekalan materi tentang Peer Buddy dan Peer Support Buddy. Sekolah Sukma secara resmi melantik kader-kader anti-bullying dari unsur murid sebagai pionir penyelamat teman sebaya. Mereka mengemban tugas mulia untuk mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar sejak dini. Para kader ini dididik untuk mempraktikkan metode Look, Listen, dan Link.

​Metode Look melatih murid untuk peka memperhatikan tanda-tanda beban mental pada teman mereka. Listen mengajarkan mereka menjadi pendengar yang baik tanpa menyebarkan rahasia. Sementara itu, Link berfungsi untuk menghubungkan teman yang bermasalah kepada guru BK atau orang dewasa yang terpercaya. Melalui tiga langkah ini, para kader diharapkan menjadi Psychological First Aid atau penolong pertama bagi kesehatan mental teman-temannya.

​”Program ini sangat bagus karena akan menyelamatkan banyak nyawa. Kami berada pada masa peralihan dari anak-anak ke remaja dan masih labil dalam berpikir serta bertindak. Jadi, kami butuh pendampingan dalam proses tersebut,” tegas Ananda Ibrahim Uno, kader Peer Buddy SMP Al-Hidayah Malang.

​Program ini juga menyasar para guru dan orang tua agar memiliki kesadaran serupa. Pada hari kedua, para orang tua mengikuti pembekalan bertajuk “Orang Tua Nyaman Pendidikan Optimal”. Tujuannya adalah menghapus stigma kesehatan mental, mempercepat penanganan masalah, dan menciptakan budaya sekolah yang inklusif.

​Bu Hilda, salah satu wali murid kelas 7 SMP Al-Hidayah Malang, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. “Program ini adalah bentuk perhatian sekolah terutama pada anak-anak. Saya semakin yakin bahwa di sini adalah lingkungan yang aman untuk anak saya menerima pendidikan dan memberikan dampak yang baik bagi mental dan jiwanya,” ujarnya saat mengikuti pembekalan.

​Beliau juga menuturkan harapan besar agar langkah ini tidak berhenti di sini saja. “Semoga program seperti ini berkelanjutan dan bisa menjadi contoh untuk sekolah lain,” tambah Bu Hilda. Melalui kolaborasi kuat antara murid, guru, orang tua, dan ISJ, Sekolah Sukma optimis mampu menciptakan sekolah yang sehat mental dan sepenuhnya bebas dari bullying. (*)

Berita Terkini

Pasoeroean Tempo Doeloe 2026 Resmi Dibuka, Kirab 999 Satriyo Piningit Meriahkan Kota Pasuruan

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Gelaran budaya tahunan kebanggaan warga, Pasoeroean...

Aksi Maling Motor di Kraton Pasuruan Terekam CCTV, Ketua RT Kehilangan Scoopy dalam Hitungan Detik

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Aksi pencurian sepeda motor terjadi dengan...

Rizqy Sport Center Gempol Diresmikan, Bupati Pasuruan Dorong Lahirnya Atlet Berkelas Internasional

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Gairah olahraga di Kabupaten Pasuruan kian...

Kisah Qodri Tembus Erasmus, Dukungan Kampus Jadi Tiket Kuliah Gratis ke Luar Negeri

IDEA JATIM, MALANG - Dukungan penuh kampus membuka jalan...
spot_img