IDEA JATIM, MALANG – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB)—yang sebelumnya dikenal sebagai FTP—kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir birokrasi bersih di Indonesia. Per Januari 2026, fakultas ini resmi mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan bukti nyata transformasi budaya kerja di kampus.
”Zona Integritas melampaui angka-angka di atas kertas. Ini adalah langkah berkelanjutan untuk merawat kepercayaan masyarakat. Kami memastikan tata kelola anggaran di UB bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi hasil,” ujar Prof. Widodo dalam keterangannya di Malang, Jumat (13/2).
Konsistensi UB dalam menjaga integritas memang bukan perkara baru. Sejak tahun 2019, universitas ini telah membangun fondasi birokrasi yang kuat. Prof. Widodo menambahkan bahwa keberhasilan FTAB mempertahankan predikat tertinggi selama lima tahun berturut-turut membuktikan perubahan budaya kerja di UB telah menjadi komitmen permanen.
”Standarisasi WBBM adalah predikat tertinggi. Ini berarti FTAB tidak hanya ‘bersih’ dari korupsi, tetapi juga ‘melayani’ dengan standar prima,” tegas mantan Dekan FMIPA tersebut.
Senada dengan Rektor, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan ini terletak pada digitalisasi total dan penguatan integritas. Ia memaparkan tiga pilar utama yang membawa FTAB meraih apresiasi dari KemenPANRB:
- Evaluasi Berkelanjutan: FTAB melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) pada enam area perubahan, terutama pada kualitas pelayanan publik yang lebih responsif.
- Ekosistem Digital Minim Tatap Muka:
Melalui aplikasi terintegrasi untuk layanan persuratan, akademik, hingga keuangan, FTAB berhasil menutup celah maladministrasi. Selain itu, fasilitas bagi kelompok rentan seperti disabilitas dan lansia kini menjadi standar wajib. - Dampak Nyata bagi Mahasiswa: Transformasi ini membuahkan hasil signifikan pada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mendekati skor sempurna (Skala 4.00).
Efisiensi birokrasi pun melonjak drastis; urusan administrasi yang dulunya memakan waktu berhari-hari, kini selesai dalam hitungan jam atau menit.
”Jika WBK adalah bukti bahwa kami jujur, maka WBBM adalah bukti bahwa kami bekerja nyata untuk memudahkan urusan masyarakat,” pungkas Prof. Hendrawan. (*)



