IDEA JATIM, MALANG – Di era yang terus berubah, memiliki kecerdasan akademik saja tidaklah cukup. Komitmen Universitas Islam Malang (Unisma), ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan jernihnya spiritualitas.
Sebagai kampus kebanggaan Nahdlatul Ulama, Unisma bukan sekadar tempat kuliah. Kampus ini adalah rumah bagi para pembelajar yang ingin mendalami bidang keislaman, sains teknologi, kedokteran, ekonomi dan sebagainya, tanpa kehilangan jati diri sebagai santri.
Unisma memiliki penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Menanamkan nilai-nilai Tawasuth (moderat), Tawazun (seimbang), I’tidal (tegak lurus), dan Tasamuh (toleran) dalam setiap kurikulum. “Konsep penguatan nilai-nilai ini menjunjung tinggi nilai toleransi dan perdamaian. Sehingga lulusan Unisma diterima di berbagai penjuru dunia,” ucap Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D.
Unisma memiliki harmoni Ilmu dan Agama. Kurikulum di kampus ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya ahli di bidangnya—baik itu Kedokteran, Teknik, hingga Ekonomi—tetapi juga memiliki landasan etika Islam yang kokoh.
Lingkungan Akademik yang Berkah: Dengan bimbingan para ulama dan akademisi bereputasi, atmosfer kampus Unisma kental dengan tradisi intelektual pesantren yang transformatif.
Unisma telah Terakreditasi Unggul. Kualitas pendidikannya telah diakui secara nasional dan internasional, membuktikan bahwa kampus berbasis nilai religius mampu bersaing di panggung global. ”Di Unisma, kami tidak hanya mencetak sarjana, tapi membentuk pribadi yang ‘Khairun Naas Anfa’uhum Lin Naas’—manusia terbaik yang paling bermanfaat bagi sesama,” ucap rektor.
Mari bergabung menjadi bagian dari generasi emas yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.
Unisma: Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia. (*)




