Belajar “Mondok” Semalam, Siswa SD Muhammadiyah 9 Malang Antusias Ikuti Semarak Ramadan

IDEA JATIM, MALANG – Suasana berbeda tampak di lingkungan SD Muhammadiyah 9 Malang, Kamis (12/3) lalu. Ratusan siswa kelas 5 dan 6 tampak antusias mengikuti kegiatan bermalam di sekolah sebagai bagian dari rangkaian acara Semarak Ramadan. Jauh dari gadget dan rutinitas rumah, para siswa diajak merasakan pengalaman hidup ala santri atau “mondok” selama satu malam.

​Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Arip Hidayat, S.Pd., M.Pd.I, menjelaskan bahwa program bermalam ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa bahwa menuntut ilmu di pesantren atau “mondok” adalah hal yang menyenangkan.

​”Kami ingin memberikan pembelajaran tentang dunia pondok. Seringkali anak-anak merasa takut kalau dengar kata mondok karena bayangannya jauh dari HP dan hal menyenangkan. Di sini kita tunjukkan bahwa mondok itu seru; bisa berkumpul 24 jam dengan teman, bermain, dan belajar bersama tanpa ketergantungan pada teknologi,” ujar Arip.

​Selama bermalam, para siswa mengikuti berbagai kegiatan mulai dari materi keislaman untuk pembentukan akhlak, salat tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an. Pihak sekolah juga menerapkan aturan ketat dengan melarang siswa membawa ponsel, perhiasan mewah, hingga petasan guna melatih kedisiplinan dan kesederhanaan.

Tak hanya fokus pada pembentukan karakter siswa yang bermalam, Semarak Ramadan SD Muhammadiyah 9 juga melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 4 dalam aksi sosial. Pada hari Kamis, sekolah menjadwalkan kunjungan ke Panti Asuhan Nurul Huda di Karangploso untuk menyalurkan santunan.

​”Untuk kelas bawah (1-4), kegiatannya dimulai dari pagi dengan acara mendongeng. Setelah itu, perwakilan siswa diajak ke panti asuhan untuk memberikan santunan. Ini rutin kami lakukan untuk menumbuhkan rasa empati sejak dini,” tambah Ustaz Arip.

​Dana sosial yang terhimpun dari zakat, infak, dan sedekah wali murid telah mencapai lebih dari angka Rp 25 juta. Selain uang tunai, pihak sekolah juga telah menyiapkan 100 paket beras kemasan 5 kilogram yang akan dibagikan langsung kepada warga di sekitar lingkungan sekolah menggunakan sistem kupon. ​”Prinsip kami, warga sekitar sekolah harus merasakan manfaatnya terlebih dahulu. Setelah warga sekitar aman, baru kemudian kita distribusikan ke lingkungan yang lebih luas melalui guru-guru,” jelasnya.

​Melalui rangkaian kegiatan ini, SD Muhammadiyah 9 Malang berharap para siswa tidak hanya bertambah khazanah keilmuan agamanya, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan kemandirian yang kuat setelah merasakan pengalaman belajar bermalam di sekolah. (*)

Berita Terkini

Unisma Berbagi Sembako: Cara Rektor Prof Junaidi Memuliakan Tetangga Kampus

IDEA JATIM, MALANG - ​Hati Unisma itu ada di...

Strategi I-PROGRES UNITRI Malang: Mengejar Target Kampus Unggul 2028

IDEA JATIM, ​MALANG – Ruang Sidang Universitas Tribhuwana Tunggadewi...

Pemkab Pasuruan Jajaki Pembiayaan PIP untuk Dorong UMKM dan Program MBG

IDEA JATIM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi...
spot_img