IDEA JATIM, MALANG – Masalah keuangan sering kali menjadi momok bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah kembali ke tanah air. Minimnya literasi finansial kerap membuat pendapatan yang dikumpulkan bertahun-tahun habis tak berbekas.
Menanggapi fenomena ini, Dr. Himmiyatul Amanah Jiwa Juwita, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), turun tangan memberikan pembinaan pengelolaan keuangan personal bagi calon PMI di PT Bina Dinamita Rama, Kota Malang.
Dr. Himmiyatul menyoroti banyaknya calon pahlawan devisa yang berangkat tanpa bekal manajemen keuangan yang mumpuni. “Kondisi ini berisiko memicu pengeluaran tidak terencana, jebakan utang konsumtif, hingga absennya dana darurat,” jelasnya.
Melalui pendekatan interaktif seperti simulasi perencanaan anggaran dan strategi pemanfaatan remitansi (kiriman uang), para peserta diajak untuk lebih produktif. Hasilnya pun luar biasa. Berdasarkan evaluasi terhadap 25 peserta, terjadi lonjakan pemahaman yang signifikan.
Skor rata-rata peserta yang semula hanya 55 meroket menjadi 82 setelah pelatihan. Kenaikan sekitar 49 persen ini membuktikan bahwa edukasi yang tepat sasaran mampu mengubah pola pikir calon pekerja.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa simulasi anggaran dan konsultasi individu sangat efektif menjawab rendahnya literasi keuangan pada calon PMI,” tambah Dr. Himmiyatul.
Melalui program pengabdian ini, FEB UB berharap para PMI tidak hanya sukses bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu menjaga kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang melalui kolaborasi luas dengan institusi keuangan dan penyalur PMI lainnya. (*)




