Jumat, 6 Februari, 2026

Bahasa Inggris Itu Life Skill : Menanamkan Kepercayaan Diri di Era Global

Alfia Sari, M.Pd

Guru Bahasa Inggris – SD Islam Sabilillah Malang 2

Di era globalisasi saat ini, banyak orang tua mulai menyadari pentingnya bahasa Inggris dalam segala aspek termasuk pendidikan, teknologi, dan komunikasi internasional. Hal ini membuat bahasa Inggris dipandangan sebagai kebutuhan, bukan hanya sekedar bhasa asing tambahan. Orang tua milenial percaya bahwa anak yang menguasai bahasa Inggris dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mengakses informasi atau sumber belajar internasional, mengikuti program sekolah bilingual atau internasional, dan melanjutkan studi ke luar negeri di masa depan. Menurut Vicontie dan Santosa (2023) dalam surveinya kepada orang tua di Jakarta terhadap pentingnya pendidikan bahasa Inggris sejak dini menunjukkan bahwa 92% orang tua setuju bahwa pendidikan bahasa Inggris sejak dini bermanfaat untuk perkembangan Bahasa dan 88 % menganggap kemampuan bahasa Inggris sebagai keunggulan kompetitif untuk masa depan anak mereka.

`             Banyak orang tua berpikir jangka panjang untuk masa depan anak mereka. Mereka melihat bahwa kemampuan bahasa Inggris sering menjadi syarat penting dalam dunia kerja, bahkan untuk pekerjaan di dalam negeri. Selain itu, sebagian besar konten digital, aplikasi edukasi, dan video pembelajaran anak menggunakan bahasa Inggris sehingga orang tua ingin anaknya tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami isi konten tersebut.

Orang tua semakin sadar bahwa anak-anak lebih mudah menyerap bahasa asing sejak dini karena kemampuan otak mereka masih sangat fleksibel (golden age).

Anak yang mampu berbicara bahasa Inggris sejak kecil sering dianggap lebih percaya diri saat berkomunikasi dengan orang lain, tampil di depan umum, dan mengikuti kegiatan sekolah. Oleh karena itu, orang tua melihat bahasa Inggris sebagai life skill yang penting untuk diajarkan agar anak siap menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

                Lalu bagaimana langkah awal bagi orang tua yang ingin mengajarkan bahasa Inggris sejak dini kepada anak. Langkah yang pertama yakni membangun kebiasaan dengan mengenalkan kosa kata bahasa Inggris sederhana yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari, seperti kosa kata tentang benda-benda yang ada di rumah, anggota tubuh, nama-nama anggota keluarga, warna dan angka. Sangat penting untuk memulai dengan sesuatu yang sederhana dan tidak terlalu panjang agar anak dapat cepat menangkap makna dari kosa kata yang telah diajarkan.

Langkah yang kedua, karateristik anak ialah senang belajar bahasa dengan gerak dan lagu. Dikutip dari penelitian oleh Ningsih dkk (2024) menyebutkan bahwa penggunaan kombinasi lagu dan gerakan fisik dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini dapat membantu anak mengingat kosakata dan meningkatkan keterlibatan mereka, karena aktivitas ini membuat belajar menjadi lebih menarik dan bermakna bagi perkembangan bahasa dan motorik anak. Orang tua bisa memulainya dengan memutarkan lagu berbahasa Inggris untuk anak-anak setiap harinya seperti lagu Head, Shoulder, Knees, and Toes atau If You’re Happy and You Know It dan mengajaknya bernyanyi bersama di akhir pekan. Hal ini akan menumbuhkan rasa hangat bagi anak dan anak-anak mendapatkan kosa kata bahasa Inggris dengan tanpa ia sadari. Selain itu, ayah bunda juga dapat mengajak anak-anak untuk belajar dan bermain dengan menggunakan media flashcards, bermain tebak gambar, atau membaca buku berbahasa Inggris bersama. Hal ini membuat anak tidak merasa sedang belajar tetapi sedang bermain bersama.

Langkah ketiga yakni menciptakan rutinitas. Ayah bunda dapat menggunakan ungkapan-ungkapan bahasa Inggris sederhana di rumah seperti good morning, thank you, dan let’s clean up. Dengan rutinitas sederhana ini, anak akan terbiasa untuk menggunakan ungkapan-ungkapan bahasa Inggris sederhana tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sedikit tetapi rutin akan lebih baik daripada terlalu banyak ungkapan tetapi jarang digunakan. Yang perlu diperhatikan dalam menanamkan kemampuan bahasa Inggris sejak dini di rumah ialah jangan terlalu fokus pada penggunaan ”grammar” atau susunan kalimat. Biarkan anak mendapatkan input bahasa Inggris dengan mendengar, meniru, dan mencoba berbicara. Hindari untuk sibuk mengoreksi kesalahan anak, tetapi fokuslah pada keberanian dan kepercayaan diri anak. Ayah bunda harus menciptakan suasana yang ramah bahasa Inggris di rumah seperti membuat English Day di rumah, memberi label benda-benda yang ada di rumah dengan Bahasa Inggris, dan membuat sudut baca “English corner”. Lingkungan yang ramah Bahasa Inggris sangat berpengaruh pada kebiasaan anak.

Langkah yang terakhir ialah berikan motivasi dan pujian. Berikan apresiasi pada setiap usaha anak dengan ungkapan “Good job! Amazing! Excellent!”. Pujian dari ayah bunda dapat memberikan semangat dan motivasi bagi anak karena anak merasa didukung dan diapresiasi oleh yang tersayang.

                Ayah bunda, mengajarkan bahasa Inggris sejak dini bukanlah tentang menuntut anak cepat mahir, melainkan tentang menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, alami, dan bermakna. Melalui lagu, permainan, dan aktivitas fisik, anak dapat belajar bahasa dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka. Dengan dukungan orang tua yang sabar serta konsisten, bahasa Inggris dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif dan bekal berharga bagi anak dalam menghadapi masa depan yang semakin global.

Berita Terkini

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor; Cak Nur Terima Kunjungan Kapolres

IDEA JATIM, KOTA BATU - Wali Kota Batu, Nurochman,...

Cetak Intelek Berkarakter, Unisma Berpegang Ajaran Aswaja An-Nahdliyah

IDEA JATIM, MALANG - ​Di era yang terus berubah,...

Kesempatan Emas! Daftar Kuliah di Unisma saat Mujahadah Kubro: Gratis Biaya Masuk & Diskon UKT

IDEA JATIM, MALANG - Unisma dari NU untuk Indonesia...
spot_img