IDEA JATIM, MALANG – Ratusan calon peserta didik baru memadati lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang sejak Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Kehadiran mereka merupakan bagian dari agenda Tes Komprehensif jalur reguler dalam rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026-2027 yang digelar secara maraton selama dua hari. Pelaksanaan seleksi ini menjadi sorotan karena adanya lonjakan jumlah pendaftar yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi meski persaingan semakin ketat. Tercatat sebanyak 450 pendaftar telah masuk ke sistem, dengan 446 calon siswa yang berhasil terverifikasi secara administratif. Mereka memperebutkan kuota terbatas sebanyak 210 kursi yang nantinya akan terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar.
Tes yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga pemetaan potensi anak secara mendalam. Para penguji menggali kemampuan kognitif dasar seperti pengenalan angka dan huruf, hingga aspek non-kognitif yang meliputi kemandirian dan kematangan emosional. Sebagai institusi pendidikan Islam, MIN 2 juga memberikan porsi besar pada tes keagamaan yang mencakup kemampuan mengaji, hafalan doa-doa harian, serta penguasaan surat-surat pendek.
Inovasi yang paling menonjol pada tahun ini adalah integrasi tes psikologi profesional ke dalam alur seleksi. Langkah ini diambil untuk memberikan hasil yang lebih transparan dan objektif mengenai kesiapan belajar anak di level sekolah dasar.
”Kami menggandeng psikolog profesional karena mereka memiliki kompetensi untuk menilai kematangan mental anak secara akurat. Hasil rekomendasi mereka menjadi bahan pertimbangan penting bagi kami dalam menentukan kelulusan,” jelas Nanang Sukmawan. Meski tes pemetaan dari pihak madrasah tetap gratis, orang tua menyambut baik biaya tes psikologi yang dibayarkan langsung kepada pihak rekanan sebagai investasi untuk memahami tumbuh kembang anak mereka.
Tahun ajaran 2026-2027 juga mencatatkan sejarah baru bagi MIN 2 Kota Malang dengan resminya pembukaan jalur Murid Berkebutuhan Khusus (MBK). Langkah ini mempertegas posisi MIN 2 sebagai madrasah inklusi yang berkomitmen memberikan akses pendidikan setara. Khusus untuk jalur MBK, madrasah mengadakan sesi wawancara mendalam dengan orang tua guna menyelaraskan pola pendampingan antara rumah dan sekolah.
Seluruh rangkaian tes ini dijadwalkan berakhir pada Minggu, 8 Maret 2026. Sementara itu, pengumuman hasil seleksi yang dinanti-nantikan oleh para wali murid akan dirilis secara resmi pada tanggal 12 Maret 2026. Dengan sistem seleksi yang semakin profesional, MIN 2 Kota Malang optimis dapat melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki fondasi karakter dan religi yang kuat. (*)




