IDEA JATIM-Cloud computing adalah teknologi yang memungkinkan pengguna menyimpan, mengelola, dan mengakses data atau aplikasi melalui internet tanpa harus memiliki perangkat keras sendiri. Alih-alih menyimpan data di komputer pribadi atau server kantor, pengguna dapat memanfaatkan layanan berbasis “awan” yang dikelola oleh penyedia layanan seperti Amazon Web Services, Google Cloud, dan Microsoft Azure.
Secara sederhana, cara kerja cloud computing mirip dengan penggunaan listrik dari PLN. Pengguna tidak perlu memiliki pembangkit listrik sendiri; cukup berlangganan dan memakai sesuai kebutuhan. Dalam konteks cloud, pengguna hanya membutuhkan perangkat (laptop atau ponsel) dan koneksi internet untuk mengakses data maupun aplikasi yang tersimpan di server jarak jauh.
Cloud computing bekerja melalui jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi (data center). Server-server ini saling terhubung dan membentuk sistem terintegrasi. Ketika pengguna membuka layanan seperti penyimpanan online atau aplikasi berbasis web, permintaan tersebut dikirim melalui internet ke server cloud. Server kemudian memproses permintaan dan mengirimkan hasilnya kembali ke perangkat pengguna dalam hitungan detik.
Terdapat tiga model layanan utama dalam cloud computing. Pertama, Infrastructure as a Service (IaaS), yaitu penyediaan infrastruktur seperti server virtual dan penyimpanan. Kedua, Platform as a Service (PaaS), yang menyediakan lingkungan pengembangan aplikasi. Ketiga, Software as a Service (SaaS), yaitu aplikasi siap pakai yang diakses melalui browser, seperti email atau sistem manajemen keuangan.
Keunggulan utama cloud computing adalah skalabilitas. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas server sesuai kebutuhan tanpa harus membeli perangkat baru. Selain itu, sistem cloud juga menawarkan efisiensi biaya karena pengguna hanya membayar sesuai pemakaian.
Namun, aspek keamanan tetap menjadi perhatian penting. Penyedia cloud biasanya menerapkan enkripsi data, firewall, serta sistem keamanan berlapis untuk melindungi informasi pengguna. Meski begitu, pengguna juga perlu menerapkan praktik keamanan seperti penggunaan kata sandi kuat dan autentikasi dua faktor.
Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi cloud computing meningkat pesat di sektor pendidikan, pemerintahan, hingga UMKM. Transformasi digital mendorong organisasi untuk memanfaatkan fleksibilitas dan efisiensi yang ditawarkan teknologi ini.
Secara keseluruhan, cloud computing bekerja dengan memindahkan beban penyimpanan dan pemrosesan data dari perangkat lokal ke jaringan server internet. Konsepnya sederhana: akses data kapan saja dan di mana saja, selama terhubung ke internet.





