Tak Lagi Sekadar Timbunan, Sampah Malang Raya Bakal Disulap Jadi Energi Terbarukan

IDEA JATIM, MALANG – Paradigma pengelolaan sampah di Malang Raya resmi bergeser dari sekadar pembersihan menjadi pemanfaatan teknologi berkelanjutan. Melalui penandatanganan Kesepakatan Aglomerasi di Jalan Semeru, Minggu (29/03), Pemkot Batu dan Pemkot Malang sepakat untuk mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk keluar dari cara-cara lama. “Kita bergerak dari sekadar menimbun sampah menuju pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa masalah sampah di wilayah perbatasan akan ditangani dengan sistem pengelolaan energi yang lebih modern dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengungkapkan bahwa partisipasi Kota Batu dalam PSEL ini akan memberikan keuntungan signifikan, terutama dalam menangani residu sampah yang selama ini sulit terkelola.

Menurut Dian, poin krusial dari program ini adalah dialihkannya beban sampah yang selama ini tidak tertangani. “Ada tonase sampah kurang lebih sekitar 12 ton per hari yang masuk kategori tidak terkelola. Melalui PSEL, jumlah tersebut akan kita arahkan pengelolaannya secara sistematis,” kata Dian.

Lebih lanjut, PSEL juga berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk menyerap tumpukan sampah yang saat ini masih berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun residu yang belum terurai di Tempat Pengolahan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R).

Dalam perjanjian tersebut, Kota Batu berkomitmen menyetorkan minimal 38 ton sampah per hari ke fasilitas PSEL. Angka ini bersifat dinamis dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan (expandable), namun tidak boleh kurang dari batas minimal yang telah disepakati.

“Dengan total timbulan sampah harian reguler Kota Batu yang mencapai 125 ton, maka hampir setengah dari total sampah harian kita akan dikirim dan dikelola oleh PSEL Malang Raya,” paparnya.

Terkait operasional, program ini mengedepankan efisiensi anggaran daerah. Seluruh pembiayaan pembangunan fasilitas PSEL ditanggung sepenuhnya oleh Danantara Indonesia. Sementara itu, output berupa energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut akan dikelola secara profesional oleh pihak PLN.

Langkah strategis ini dipandang sebagai tonggak sejarah bagi sanitasi di Kota Batu. Dian menegaskan bahwa muara dari kerja sama lintas daerah ini adalah pencapaian target lingkungan yang ambisius.

“Keuntungan mutlak yang kita dapatkan adalah terkelolanya sampah 100 persen di Kota Batu. Ini adalah solusi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kenyamanan kota,” terangnya.

Untuk mempersiapkan itu, kewajiban daerah adalah menyiapkan infrastruktur penunjang pengumpulan-pengangkutan sampah. Serta komitmen minimal jumlah tonase sampah harian yang dikirimkan ke PSEL Malang Raya. (*)

Berita Terkini

Tim SAR Gabungan Bawa Nelayan Selamat ke Pelabuhan Prigi

IDEA JATIM, TRENGGALEK - Tim SAR gabungan mengevakuasi Imam...

Toples Berjalan di SD Insan Amanah

IDEA JATIM, ​MALANG – Senin pagi (30/3). Gerbang SD...

Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari Berangkatkan Umrah dan Haji 11 Tenaga Pendidik

IDEAJATIM.ID, MALANG – Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari berangkatkan 11...

Halal Bihalal MAN 2 Kota Malang: Gus Shampton dan Jurus WBBM

IDEA JATIM, MALANG - ​MAN 2 Kota Malang punya...
spot_img